PGRI Kota Tangerang Gelar Konferensi Kerja Ke III

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah, Dadi Budaeri saat membuka konferensi kerja PGRI Kota Tangerang.
Sekretaris Daerah, Dadi Budaeri saat membuka konferensi kerja PGRI Kota Tangerang.

TANGERANG, (vivabanten.com)- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang menggelar konferensi kerja ke-3 tahun 2018 masa bakti 2014 – 2019 yang bertempat di Days Hotel and Suiters Jakarta Airport, Tangerang, Rabu (28/3/2018).

Sekretaris Daerah, Dadi Budaeri mengatakan, Pemkot Tangerang telah memberikan perhatian lebih kepada tenaga pengajar yang bertugas di Kota Tangerang melalui program pemberian insentif setiap tiga bulan.

Bacaan Lainnya

“Perhitungannya per bulan, tapi dibayarkan pertiga bulan, nominalnya sebesar 650 ribu rupiah,” ujar Dadi.

Menurut Dadi, dengan nominal insentif yang diberikan kepada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Tangerang bisa dikatakan yang terbesar jumlahnya jika dibanding kota lain di Provinsi Banten.

“Bahkan bisa dikatakan yang tertinggi se-Indonesia, kalau dilihat dari take home pay, pendapatannya bisa diatas angka 3 juta rupiah setiap bulannya,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Tangerang, Jamaludin mengaku, dengan digelontorkannya anggaran sebesar Rp 171 Milyar hanya untuk insentif guru.

“Kurang lebih 66 milyar untuk SMP dan untuk SD kurang lebih 105 miliar, angka ini cukup banyak didandingkan dengan daerah lain dan ini adalah bentuk perhatian Pemkot Tangerang kepada guru,” kata Jamaludin.

Dengan anggaran yang cukup fantastis tersebut, ia berharap para guru juga dapat lebih meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Tangerang, sehingga angka yang dikeluarkan dapat sebanding dengan kualitas yang dibutuhkan.

“Ini menjadi tantangan buat para guru yang ada di Kota Tangerang, agar bagaimana meningkatkan kualitas dalam mengajar, bagaimana anak-anak kita menjadi anak yang berkualitas berkarakter dan menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

Masih menurut Jamal, nasib guru di Kota Tangerang dengan nasib guru yang ada didaerah terpencil yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerahnya.

“Kita sangat prihatin di daerah terpencil dan sebagainya, baru-baru ini banyak yang cerita guru hanya menerima dari uang hanya dari uang Bos saja dan dari sekolah, tapi di Kota Tangerang pemerintah begitu maksimal memperhatikan guru dengan insentif dan lainnya,”tukasnya.

Kepala Dinas Kota Tangerang, Abduh Surahman mengaku siap mengakomodir aspirasi para guru yang tergabung dalam PGRI, dalam mensejahterakan anggotanya untuk lebih meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Tangerang.

“Jadi ini bagus, kita berharap nanti menghasilkan formula atau peta untuk peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya.

Kendati dinilai sudah sejahtera, akan tetapi Abduh mengaku akan terus mengupayakan agar tingkat kesejahteraan guru khususnya di Kota Tangerang dapat lebih meningkat.

“Melalui konferensi kerja ini saya berharap (kesejahteraan) guru dapat lebih meningkat, tentunya tanpa melanggar undang undang atau regulasi yang sudah ada,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.