Pokja Wartawan Kabupaten Tangerang Gelar Diskusi Budaya

  • Whatsapp

TIGARAKSA, (vivabanten.com) Diskusi publik dengan tema Kabupaten Tangerang dalam bingkai budaya dan dekadensi moral menandai penutupan Rangkaian kegiatan Festival Kesenian Tradisional Tangerang dan pasar rakyat yang dihelat Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Kabupaten Tangerang sejak Sabtu (4/11/17) lalu. Diskusi dihelat di sport center, Citra Raya, Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/11/17).

Setidaknya ada lima narasumber dalam diskusi tersebut, yakni Yusrizal Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang, Kompol Sukardi Kasat Resnarkoba Polresta Tangerang, Kabid Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) M Mahtuh, Kasie Kesiswaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Chairil Apriliana dan Ketua Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Tangerang, Andri Gunawan.

Yusrizal menerangkan, gerakan literasi di Kabupaten Tangerang perlu ditumbuhkembangkan. Pihaknya, melalui perpusatakaan dan taman bacaan masyarakat terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat.

Karena menurutnya, budaya membaca masyarakat di Kabupaten Tangerang masih rendah terlebih saat ini gadget dan media sosial terlanjur merangsek ke tengah masyakat.

Budaya membaca ini sangat penting karena membaca harus menjadi peradaban, ujarnya.

Sementara Kompol Sukardi merasa prihatin dengan tingkat penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda. Dijelaskannya, dari serangkaian kasus yang berhasil diungkapnya, sebagian besar pelaku adalah dari kalangan anak muda.

Ia menegaskan, soal narkoba harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dari aspek pencegahan. Pasalnya yang menjadi tren saat ini adalah penggunaan obat keras berupa Hemyner dan tramadol.

Kedua jenis obat keras itu sangat mudah didapatkan karena harganya yang relatif murah dibandingkan narkoba.

Penggunanya sebagian besar adalah kalangan remaja usia sekolah, imbuhnya.

Ia mengajak semua pihak untuk membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, karena merusak generasi penerus bangsa.

Kalau ada penyalahnaan narkoba segera laporkan ke kami, seraya memberikan nomor telephone kepada peserta yang hadir.

M Maftuh mengatakan, pola pendidikan kepada seseorang jangan hanya menggunakan logika. Namun perlu juga menggunakan hati.

Menyentuh seseorang bukan hanya dengan tindakan dan kata-kata, tetapi perlu juga sesekali menggunakan hati. Seringkali logika tidak dapat menjawab keinginan hati, akunya.

Widi Hatmoko, Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan rangkaian kegiatan festival dan pasar rakyat digelar berangkat dari keprihatinan Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang dengan kondisi geliat kesenian di kota 1001 industri.

Kegiatan ini juga sekaligus sebagai pemetaan kelompok kesenian mana saja yang masih ada di Kabupaten Tangerang, ujarnya.

Ia berharap, pasca kegiatan itu, Pemkab Tangerang benar-benar memperhatikan berbagai komunitas kesenian yang ada, karena dari sisi peluang, semestinya kesenian di Kabupaten Tangerang bisa berkembang.

Sekarang tinggal difasilitasi oleh pihak Pemkab Tangerang, karena disini banyak peluang untuk mengembangkan kesenian, tandasnya.

Kegiatan itu juga dibuka dan ditutup dengan penampilan tari cukin sebagai tarian khas Kabupaten Tangerang.(aziz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.