Polda Banten Limpahkan Kasus Pungli RSDP Serang ke Kejati Banten

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, telah melimpahkan berkas perkara terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap korban bencana tsunami pada Senin (24/12/ 2018) silam, kepada Kejaksaan Tinggi Banten.

Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, mengatakan, bahwa berdasarkan hasil gelar perkara internal, berkas perkara tersebut dinyatakan cukup dan dapat di limpahkan sebagai Tahap I.

Bacaan Lainnya

Berkas Perkara ini Terkait perkara dugaan pungli yang dilakukan oleh 3 org Tersangka TBF, IJM dan BY, yang salah satunya adalah seorang ASN RSDP, ketiga Tersangka tersebut diduga telah melakukan pungli pada saat keluarga korban tsunami mengurus jenazah korban tsunami, di RSDP Serang.

“Berkas perkara tahap I sudah Kami limpahkan kepada Kejaksaan Tinggi Banten pada tanggal 19 Februari 2019 lalu, yang di laksanakan langsung oleh Penyidiknya,” ujar AKBP Edy Sumardi Sabtu, (02/03/2019).

Edi menerangkan,Bersama rekan kerjanya, TBF diduga melanggar Pasal 12 huruf e UU RI No 31 Th 1999 ttg pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Th 2001 ttg Perubahan atas UU RI No 31 TH 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan atau Pasal 368 KUHPidana Dengan ancaman hukuman sekitar 15 tahun penjara.

“Salah satu tersangka TBF  merupakan seorang ASN yang bekerja sebagai staf instalasi kedokteran forensik dan medikolegal Rumah Sakit Dr. Drajat Prawiranegara (RSDP) Kota Serang,” lanjutnya.

Polda Banten Komitment untuk segera tuntaskan seluruh perkara pungli di RSDP ini, agar masyarakat bisa mengetahui dan ada kepastian hukum.

“Ini kita lakukan guna memberi kepastian hukum pada masyarakat,sebagai aparat penegak hukum, Polda Banten berkomitnent tuntaskan seluruh perkara yang ada,” tandasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.