Polisi Tangkap Tiga Koordinator ‘King Of The King’

  • Whatsapp

TANGERANG, (VB) – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota akhirnya meringkus kelompok yang diduga irasional ‘King Of The King’ , yang sudah meresahkan masyarakat Kota Tangerang dengan memangpang spanduk. Polisi meringkus tiga koordinator dari ‘King Of The King’ pada Kamis (30/1/2020) malam.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto mengatakan tiga pengurus King Of The King yang diringkus di antaranya berinisial SMN (70), F (42) dan P (48).

Bacaan Lainnya

Menurut Sugeng penetapan tiga orang pengurus King Of The King menjadi tersangka itu setelah polisi menggelar perkara kasus penyebaran berita bohong. Kata Sugeng mereka diduga melanggar Pasal 14 dan 15 Undang-undang No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Kemarin kita menetapkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan tadi malam kita telah mengamankan tiga orang tersangka,” ujar Sugeng dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Jumat (31/1/2020).

Sugeng menjelaskan, SMN merupakan Ketua King Of The King Provinsi Banten sementara F merupakan wakilnya SMN. Sedangkan P merupakan koordinator di Kota Tangerang.
“Sementara (ketiga tersangka) kami tetapkan Pasal 14 dan 15 UU 1/1946 yaitu pemberitaan yang tidak benar,” ucap Sugeng.

Dalam penangkapan ketiga tersangka itu, sambung Sugeng, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen yang menyerupai sertifikat perbankan serta bukti salinan penyetoran uang.

“Hingga detik ini belum ada masyarakat yang melapor menjadi korban,” tuturnya.

Sugeng menambahkan pihaknya akan mendalami kasus penyebaran berita bohong yang menjerat ketiga koordinator King Of The King tersebut. Bahkan, tak menutup kemungkinan polisi meringkus pimpinan utama King Of The King, yakni DP.

“Kita lihat nanti hasil pemeriksaan berikutnya. Apakah mau menganjak ke saudara J atau DP. Nanti kita lihat,” tuturnya.

Masih menurut Sugeng, para anggota King Of The King diminta setoran uang kepada pengurus terutama SMN dengan janji imbalan mendapat dana Rp1 sampai 3 milyar pada akhir Maret 2020. Sugeng menyebut aktivitas penyetoran uang melalui bank transfer ini sudah berjalan selama enam bulan.

“Nominal setorannya ada yang Rp300 ribu sampai Rp1,5 juta, dan sudah dikumpulkan tersangka,” ungkapnya.

Sugeng mengatakan anggota atau masyarakat yang merasa dirugikan dalam setor-menyetor uang kepada King Of The King, dan merasa menjadi korban atas keberadaan King Of The King segera melapor ke kepolisian.

“Jumlah uang setoran yang diterima tersangka ini masih kami data, nilainya bermacam-macam,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.