Polres Amankan Tiga Pemuda Pengedar Tembakau Gorilla

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Tiga warga Kota Cilegon yang merupakan pengguna dan pengedar narkotika jenis tembakau Gorilla diringkus petugas Satresnarkoba Polres Serang.

Bacaan Lainnya

Ketiga pemuda tersebut, diamankan polisi ditiga lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

Tersangka To (25) warga Kelurahan Ciweudus, Kecamatan Cilegon, TH alias Acil (20) warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak dan AS (18) Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak. Dari ketiga tersangka diamankan barang bukti 3 paket tembakau Gorilla serta 2 unit handphone (HP).

“Ketiga tersangka diamankan ditiga lokasi berbeda pada Kamis (04/10). Ketiganya merupakan satu jaringan peredaran narkotika jenis tembakau gorilla,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Serang, AKP Nana Supriyatna di kantornya, Selasa (09/10).

Menurut Kasat, pengungkapan jaringan tembakau gorilla bermula dari tertangkapnya To saat menunggu temannya diparkiran Alfamidi di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang sekitar pukul 10.00 WIB. Dari tersangka To, petugas mengamankan satu paket tembakau gorilla.

“Dalam pemeriksaan tembakau gorilla seharga Rp200 ribu tersebut diakui dibeli dari tersangka TH. Nah, dari tersangka pertama itu, berkembang kepada saudara TH,” kata Kasat didampingi Paur Humas, Iptu Mursidin.

Berbekal informasi itu dilakukan penyelidikan. Lelaki asal Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, itu diamankan polisi saat berada di pinggir jalan, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

“Saat Penggeledahan ditemukan satu bungkus tembakau Gorilla merek Babon dan sebungkus kertas putih berisi tembakau Gorilla. Th mengaku barang tersebut didapat dari tersangka AS,” tuturnya.

Berbekal dari pengakuan TH, Tim Opsnal langsung bergerak mengejar tersangka AS dan berhasil menangkapnya di Lingk. Sawah, Kecamatan Pulomerak. Petugas mendapatkan barang bukti tembakau gorilla yang disembunyikan dalam dompet. Berdasarkan pengakuan AS, narkotika itu dibeli secara online melalui akun media sosial (medsos).

“Tersangka AS mengaku jika tembakau gorilla iti dipesan melalui akun Instagram. Setelah terjadi transaksi melalui transfer, tersangka mengambil barang pesanan di lokasi yang ditentunkan. Jadi antar tersangka dan bandar tidak mengenal secara langsung,” pungkasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.