Polres Kota Serang Ringkus Pelaku Pembunuh Wanita Tanpa Busana

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita tanpa busana di sekitar TPU Banjar Agung Kecamatan Cipocok Kota Serang, Salasa (15/01/2019).

Pelaku pembunuhan wanita tanpa identitas tersebut, seorang pria berinisial AN (23) yang ditangkap dirumahnya di Pabuaran Kabupaten Serang, dan mendapat hadiah timah panas di kedua kakinya dikarenakan berupaya melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

Bacaan Lainnya

“Kita amankan di rumahnya, tidak ada perlawanan namun sempat berusaha kabur saat kita amankan, jadi kita tembak kedua kaki pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira saat Konferensi Pers di Aula Reskrim, Selasa, (15/01/2019).

Menurut Ivan, kronologi bermula saat pelaku dan korban berkenalan dan merencanakan untuk berkencan. Keduanya yang dimabuk asmara ini pergi ke semak-semak sekitar TPU Banjar Agung untuk bermesraan. Namun usai melakukan hubungan intim, korban berteriak mencaci-maki pelaku setelah mendapat penjelasan jika pelaku tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal.

“Jadi setelah mereka melakukan hubungan intim, sempat cekcok mulut karena pelaku berkata jujur jika ia tidak kerja dan tidak punya tempat tinggal,” ungkap Ivan.

Ivan menerangkan, pelaku yang panik melihat korban bersuara keras sempat menenangkan korban, namun upayanya gagal. Takut suara kerasnya mengundang kedatangan warga pelaku mengikat tangan korban dan mencekik leher korban hingga korban tak berdaya.

“Setelah melihat korban tak berdaya, pelaku melucuti harta benda korban seperti telepon genggam, perhiasan yang dipakai korban dan dompet korban,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya pada Kamis malam (10/01/2019) warga Banjar Agung digegerkan dengan penemuan mayat wanita yang telah menghitam (membusuk-red) disekitar Tempat Pemakamam Umum (TPU) Banjar Agung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang Banten.

Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh salah seorang warga yang hendak berziarah kemakam dan curiga dengan bau busuk yang menyengat. Setelah dilaporkan ke pihak kepolisian diketahui wanita tersebut bernama Tia (43) warga Kabupaten Pandeglang.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dan menguasai barang milik korban dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup,” pungkasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.