Polres Metro Bersama Tim DVI Mabes Polri Gelar Olah TKP

  • Whatsapp
Kapolre Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan saat olah TKP. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Kapolre Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan saat olah TKP. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Polres Metro Tangerang Kota bekerja sama dengan Tim DVI Mabes Polri melakukan Olah TKP di lokasi Pabrik Kembang Api yang ludes terbakar beberapa hari yang lalu, tepatnya di Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, Senin (30/10/2017).

Diketahui bahwa Kamis (26/10/2017) di Pabrik Kembang Api di Desa Belimbing, Kosambi Kabupaten Tangerang terbakar hebat yang menelan puluhan korban jiwa.

Bacaan Lainnya

Sedikitnya 48 karyawan meninggal dunia dan 46 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan akibat mengalami luka bakar serius dalam kejadian tersebut.

Kapolres Metro Tangrang Kota Kombes Pol. Harry Kurniawan bersama Tim DVI Mabes Polri yang berjumlah 6 orang dan dibantu oleh anggota Polres Metro Tangerang Kota dan jajarannya, hingga kini masih melakukan Olah TKP di lokasi bekas kebakaran.

Menurut Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, olah TKP lanjutan yang dilakukan tersebut guna mencari jasad tubuh Subarna Ega, salah satu tukang las yang diduga menjadi dalang penyebab ledakan dahsyat di pabrik petasan tersebut.

“Jadi olah TKP saat ini memang kita mencari saudara Ega Subarna yang saat itu tengah mengelas mesin di dalam lokasi pabrik yang diyakini menjadi penyebab kebakaran hebat di pabrik tersebut,” ujar Harry.

Olah TKP Lanjutan Pabrik Petasan Kosambi, Polisi Temukan 2 HP dan Tulang Belulang.

Ia menjelaskan, polisi telah menetapkan Ega sebagai tersangka lantaran percikan api pengelasan menyambar ke kembang api hingga menyebabkan kebakaran hebat. Namun, hingga kini jasadnya belum ditemukan.

“Karena berdasarkan penelusuran tim, penyebab kebakaran adalah percikan api dari proses pengelasan. Namun, dari 47 jenazah yang ada, tidak ditemukan adanya jenazah Subarna Ega,” katanya.

Sementara, berdasarkan informasi dari pihak RSUD Kabupaten Tangerang, jumlah korban yang meninggal awalnya 47, kini bertambah dua orang menjadi 49 orang.(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.