Polres Pandeglang Ringkus Puluhan Penjahat

  • Whatsapp
Polres Pandeglang
Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto saat conferensi pers.

PANDEGLANG, (VB) – Dalam kurun satu bulan, Polres Pandeglang berhasil menangkap 21 tersangka pengedar narkoba dan pelaku pencabulan, Kamis (30/01/2020).

Dari data yang dihimpun, 21 pelaku tersebut merupakan pelaku pengedar narkoba dan pencabulan. Adapun untuk barang bukti yang diamankan 78,01 gram, 1291 obat, heximer 348 butir, tramadol 409 butir, dan trihexyphenidyl 534 butir.

Bacaan Lainnya

Untuk kasus pencabulan petugas berhasil mengamankan sejumlah pakaian korban, dan beberapa alat yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya, seperti bulu perindu dan beberapa media pemikat lainnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, selama satu bulan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tersangka dari 15 perkara, antaranya penyalahgunaan narkoba, tersangka perbuatan asusila.

“Menjaga Pandeglang sebagai kota santri harus dijaga dari tindakan yang melawan moralitas, maka dari itu kita maksimalkan dalam mengungkap kasus yang melawan hukum,” ujar Kapolres, saat conferensi pers.

Menurutnya, meskipun pada awal tahun ini, sudah berbagai kasus diungkap, namun dirinya tidak bisa mengatakan apakah ada peningkatan atau penurunan kasus di Kabupaten Pandeglang.

“Bisa juga dimungkinkan ada peningkatan, bisa juga mencari korban lain, karena ini kan yang kita amankan itu pengedar,” katanya.

Di lokasi yang sama, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, H. Tb. Hamdi Masni mengataka, dirinya merasa prihatin karena Pandeglang sudah dikotori oleh oknum-oknum para pelaku yang ingin menjatuhkan nama baik Pandeglang, tetapi dengan tertangkapnya dirinya mengapresiasi terhadap pihak kepolisian.

“Dengan tertangkapnya ini menjadikan bahwa kita selaku warga Pandeglang harus selalu berhati-hati, kita harus bekerja sama dengan aparatur pemerintah kabupaten Pandeglang supaya menciptakan situasi yang kondusif, aman dari berbagai tindakan hal-hal kriminal, dan juga penggunaan obat-obat terlarang,” katanya.

Asda III Setda Kabupaten Pandeglang, Kurnia Satriawan mengatakan, pentingnya harus didukung dan support, karena kalau sudah ada kejadian pasti ada kerugian, pihaknya berupaya bagaimana caranya mulai dari keluarga, melindungi keluarga supaya tidak terlibat dalam pergaulan yang tidak baik.

“Pemerintah daerah melalui p2tp2a sebagai pusat pelayanan terpadu perempuan dan anak, bersama RPM itu melakukan kegiatan trauma healing, kemudian support terhadap mental dan psikologis, termasuk juga pemeriksaan pemeriksaan kesehatan,” tuturnya.

Saat ditanya penanganan dari pemerintah daerah, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada lembaga pendidikan, agar anak-anak tidak menjadi korban penggunaan obat terlarang dan tindakan asusila.

“Adapun langkah pencegahannya yaitu bersama-sama dengan pusat pelayanan tadi, kita juga tidak hentinya bersama RPM ke sekolah-sekolah, karena upaya pencegahan ini bukan hanya dilakukan oleh Polres saja, jadi harus bersama-sama,” pungkasnya. (tot/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.