Polres Serang Kota Razia Miras Ilegal Di Tempat Hiburan Malam

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Polres Serang Kota berhasil mengungkap kasus peredaran minuman keras (Miras) Ilegal di wilayah hukum Polres Serang Kota, Jumat (04/01/2019).

Kapolres Serang Kota, AKBP Firman Affandi yang di dampingi Waka Polres Serang Kota Kompol Muhammad serta Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira dan Kanit 2 Sat Reskrim Polres Kota IPDA Juwandi mengatakan, bahwa kegiatan razia tersebut dilaksanakan pada saat Patroli gabungan skala besar yang selanjutnya melakukan kegiatan razia di tempat hiburan/cafe di wilayah hukum Serang Kota.

Bacaan Lainnya

“Kita berhasil amankan berbagai jenis minuman keras dari dua tempat yaitu Cafe Star Queen pemilik berinitial (D) dan Royal Resto pemilik berinitial (EY) alias (AT) berupa Miras Ilegal 276 botol dari Cafe Star Queen dan 86 botol dari Royal Resto yang langsung kita lakukan penyegelan tempat usahanya untuk Royal Resto,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi saat lakukan Rilis di Aula Polres Serang Kota, Jumat (04/01/2019).

Untuk moduspenjualannya, kata Kapolres, Miras di simpan di dalam Mobil selanjutnya apabila pengunjung atau pelanggan ingin membeli Miras tersebut baru diambilkan di dalam mobil karena didalam Cafe tidak disediakan Miras tersebut.

“Kita juga menyita sita 1 Unit Mobil Daihatzu Gran Max warna Silver, yang digunakan sebagai modus operandi kegiatan penjualan Miras Ilegal tersebut,” ucapnya.

Dari kedua tempat tersebut, sambung Kapolres hanya mengantongi izin Resto dan karaoke, izin usaha dan izin lokasi dari pemerintah pusat. Mereka telah membuka usaha perdagangan berupa karaoke dan resto, sedangkan untuk Royal Cafe jelas hanya mengantongi izin restoran atau tempat makan,
namun kedua tempat tersebut kedapatan menyediakan minuman beralkohol yang tidak berizin.

“Keduanya kita kenakan pelanggaran yang disangkakan dengan pasal 106 Undang -undang No 7 tahun 2016 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 4 tahun pidana atau dengan denda minimal 10 rupiah,” pungkasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.