Proyek Kantor Kelurahan Buaran Mangkrak

  • Whatsapp
MANGKRAK : Proyek Kantor Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong yang mangkrak. (FOTO : DIAZ/VIVABANTEN.COM)
MANGKRAK : Proyek Kantor Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong yang mangkrak. (FOTO : DIAZ/VIVABANTEN.COM)

>>Pemenang Tender Jangan Mengedepankan Pertemanan

TANGSEL, (vivabanten.com) -Hampir setahun lebih proyek revitalisasi kantor Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong, dibiarkan terbengkalai alias

mangkrak, gedung berlantai 3 dengan luas 800 meter ini diharapkan bisa
secepatnya ditempati.

Pasalnya hingga kini belum jelas kapan selesainya pembangunan kantor tersebut, sehingga membuat seluruh staf termasuk lurah kecewa karena masih mengontrak rumah yang dijadikan kantor sementaranya.

Kepala Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong, Umar Dhani, kepada vivabanten.com Rabu, (26) mengatakan, dirinya kecewa atas keterlambatan proyek pembangunan kantor kelurahan tersebut dan harus menunggu proses lelang kedua.

“Pembangunan lanjutan proyek kantor kelurahan ini masih menunggu proses lelang kedua yang rencananya pada Agustus mendatang,” ujar Umar Dhani.

Menurut Umar Dhani, dirinya berharap kepada kontraktor pelaksana proyek agar dapat mengerjakan sesuai aturan dan bertanggung jawab. Karena kata Umar, selama ini proses lelang bisa dimenangkan atas dasar pertemanan.

“Jangan karena faktor pertemanan, dengan hanya modal bendera (PT_red) lelang bisa ditetapkan dan kami juga minta kepada awak media untuk memberikan informasi yang positif,” tukasnya.

MANGKRAK : Proyek Kantor Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong yang mangkrak. (FOTO : DIAZ/VIVABANTEN.COM)

Terpisah, Ketua DPRD Tangerang Selatan, Moch. Romlie menegaskan bahwa seluruh proyek yang tahun ini tidak berjalan optimal supaya diselesaikan sampai tuntas.

“Saya harapkan tahun 2017 seluruh proyek yang tidak berjalan dengan baik pada tahun 2018 secepatnya rampung, termasuk gedung DPRD, Saya minta semuanya rampung,” tegasnya.

Sebelumnya anggota DPRD Komisi IV bidang pembangunan Nurhayati Yusup, menyatakan bahwa pembangunan kantor Kelurahan Buaran dari awal pembangunan sudah terus diawasi.

“Kami selalu mengkritisi tentang pembangunan yang mangkrak tidak jelas kapan selesainya, sidak juga sudah sering dilakukan, konfirmasi ke dinas terkait pun juga sudah.Jawaban yang kami dapatkan selalu pemborong pembangunan yang tidak bertanggung
jawab untuk menyelesaikan dan akan dilakukan lelang ulang,” ucapnya.

Menurutnya, kejadian seperti ini berulang-ulang terjadi, kenapa bisa
selemah ini pengawasan dan seleksi dari dinas terkait untuk menentukan
pemenang lelang.

“Banyak pemborong proyek, yang penting asal menang
tender, akan tetapi tidak diimbangi dengan pembangunan yang
berkualitas, anggaran yang sangat mubadzir karena tidak mendapatkan
hasil yang baik,” pungkasnya. (diaz/jojo)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.