Proyek Tol Bandara-Kunciran Biang Banjir

  • Whatsapp
Warga Kelurahan Benda saat mengeluh rumahnya selalu kebanjiran, akibat proyek Tol Bandara-Kunciran.
Tol Bandara-Kunciran Biang Banjir
Warga Kelurahan Benda saat mengeluh rumahnya selalu kebanjiran, akibat proyek Tol Bandara-Kunciran.

TANGERANG (vivabanten.com)- Akibat dampak proyek pembangunan jalan Tol Bandara Kunciran, sebanyak 30 jiwa warga Rt 002/01 Kelurahan Benda, Kecamatan Benda Kota Tangerang kebanjiran.

Muslih, salah satu warga mengaku, pada tahun 2015 rumahnya sudah ditinjau oleh tim aprisial.

Bacaan Lainnya

“Sampai rumah-rumah tetangga digusur dan alat berat turun. Rumah kami tak kunjung dibongkar,” ujar Muslih yang berprofesi sebagai tukang ojek itu.

Muslih mengaku sedih lantaran rumah yang ia tinggali kerap dilanda banjir.  “Sedih banget pak, setiap hujan pasti banjir. Bahkan, kemarin tingginya mencapai 1.5 meter,” ungkapnya.

Bahkan, dilokasi tersebut terdapat seorang nenek berusia 70 tahun yang menderita sakit stroke. “Kalau hujan kita langsung gotong nenek, soalnya sudah pasti banjir,” tukasnya.

Camat Benda, Teddy Rustandi mengatakan, pembangunan tol itu membuat wilayahnya kerap terendam banjir jika turun hujan.

“Saya juga enggak tega, warga jadi terkurung banjir,” kata Teddy.

Menutut Teddy, titik lokasi yang tergenang ini berada di lingkungan RT 03/01 Kelurahan Benda.

“Rumah-rumah yang kebanjiran itu karena berdekatan dengan pembangunan Tol Kunciran-Bandara dan proyek perumahan di sekitar. Saluran air di lokasi jadi tidak ada,” jelasnya.

Bahkan, jika hujan sebentar saja, wilayah tersebut tergenang air hingga 50 sentimeter, terlebih bila intensitas hujan lebat dan terus-menerus, air masuk ke permukiman warga hingga ketinggian sekitar satu meter.

“Para warga yang kebanjiran ini awalnya lahannya dibebaskan untuk pembangunan proyek Tol Kunciran-Bandara. Tapi seiring proses pembangunan, bidang-bidang milik warga itu tidak masuk daftar pembebasan lahan,” papar Teddy.

Ia mengaku sudah memberikan solusi yang terbaik untuk persoalan ini.

Jalan keluar yang ditempuh, pihaknya bersurat kepada pengelola pembangunan Tol Kunciran-Bandara, agar rumah-rumah warga yang kebanjiran segera dibebaskan.

“Tapi masalahnya surat tersebut harus diajukan ke Kementerian PUPR. Harus menunggu dulu keputusan dari sana, baru akan dibayarkan,” tukasnya. (lutfi/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.