PSBB Se Tangerang Raya Jilid Lima Lebih Longgar

  • Whatsapp
Gubernur Banten Wahidin Halim.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Penyebaran pandemi Covid-19 hingga akhir Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid empat belum bisa diatasi oleh tiga wilayah di Provinsi Banten, yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang.
Keadaan tersebut membuat Gubernur Banten, Wahidin Halim bersama ketiga kepala daerah yaitu Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, Walikota Tangsel, Airin Rahmi Diany dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengeluarkan keputusan bersama memperpanjang PSBB hingga 12 Juli 2020.
“Sepakat PSBB diperpanjang untuk Tangerang Raya, dengan kelonggaran-kelonggaran yang tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Gubernur Banten, Wahidin Halim melalui keterangan tertulis resmi yang diterima redaksi Tangerang Raya Media, Minggu (28/06/2020).
Menurut orang nomor satu di Provinsi Banten tersebut, Keputusan perpanjang penerapan PSBB disepakati bersama dengan tiga pimpinan daerah Tangerang Raya saat melakukan rapat melalui video conference.
Wahidin mengatakan, alasan PSBB diperpanjang lantaran masih adanya masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan di tempat-tempat umum.
Dijelaskannya, PSBB kali ini akan difokuskan untuk mendisiplinkan penggunaan masker dan social distancing menjelang pemberlakuan new normal.
“Seperti halnya dipasar tradisional masih adanya ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan, ada yang menggunakan masker tapi belum melalakukan sosial distancing,” tegas Gubernur WH.
Gubernur menjelaskan untuk keluhan sosial kemasyarakatan, perlu dilakukan konsolidasi dan koordinasi untuk lebih terperinci dikoordinir oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Termasuk di antaranya soal persiapan menghadapi sholat Iedul Adha serta potong hewan qurban. Hal-hal seperti ini akan secara rinci dimasukkan dalam Pergub yang akan ditetapkan segera.
Masih menurut Gubernur, berdasarkan pantauannya, pasar modern relatif patuh pada protokol kesehatan. Tapi sebaliknya, pasar tradisional, persoalan memang social distancing dan juga fasilitas cuci tangan yang belum merata. Ada tapi tidak merata atau ada tapi tidak tersosialisasi dengan baik.
“Jadi pasar tradisional ini, relatif perlu perhatian khusus,” ucapnya.
Gubernur Banten menyatakan informasi aktual pelaksanaan PSBB dari bupati/walikota menjadi bahan dalam menetapkan langkah dan kebijakan untuk hari ini dan ke depan.
Gubernur mengapresiasi para Kepala Daerah di wilayah Banten, jika selama ini perekonomian masih berjalan dengan stabil.
“Lainnya, kuartal ketiga yang seharusnya mulai terasa saat pandemi, tapi di tengah krisis aktivitas masyarakat tidak berkurang. Untuk belanja sehari-hari, berdasarkan survei, masyarakat relatif cukup berkemampuan,” ungkap Gubernur.
Namun, kata Gubernur, dilain pihak ada aktivitas masyarakat yang menjadikannya senang dan merasa bangga dengan sosialisasi dan terbiasa dengan melaksanakan protokol kesehatan.
“Misalnya, masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker ke mana mana. Di jalan, di toko, dan sebagainya,” ungkapnya.
Namun, diakuinya, memang masih ada aktivitas masyarakat, gerakan-gerakan masyarakat meskipun pakai masker namun tidak social distancing.
Tapi yang menggembirakan, imbuh Gubernur, walau fluktuatif dari hasil rapid test secara masal maupun dalam jumlah tertentu, persentase yang reaktif sangat kecil.
“Jadi memang, upaya Pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga di dalamnya upaya pemerintah baik kota/ kabupaten yang ada di Provinsi Banten telah berusaha keras dalam menyediakan fasilitas untuk penanggulangan pandemi ini. Sehingga bisa memberikan dampak yang positif di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengungkapkan, pada PSBB jelang new normal ini, ada usulan pelonggaran operasional mal yang tadinya beroperasi sampai pukul 18.00 WIB, diusulkan lebih malam hingga pukul 20.00 WIB.
Pelonggaran aktivitas lain juga diusulkan untuk resepsi pernikahan, dan event olahraga tanpa penonton dan pelonggaran kegiatan di pondok pesantren yang mulai diperbolehkan.

Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar. (Foto: Istimewa)

“Kita harus pertahankan prilaku masyarakat dalam menggunakan masker, dan penerapan protokol kesehatan, walau di PSBB ada kelonggaan-kelonggaran,” kata Zaki.
Senada diungkapkan, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Menurut Arief, ada aturan pelonggaran dalam perpanjangan PSBB kali ini. Di antaranya pusat perbelanjaan boleh beroperasi dan restoran diizinkan makan di tempat.
“Beberapa fasilitas umum lainnya yang beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Arief.
Arief menuturkan, penerapan PSBB untuk di Kota Tangerang sudah yang ke lima kalinya diberlakukan. Pihaknya tetap menerapkan konsep pembatasan sosial berskala lokal (PSBL) atau berbasis lingkungan RT/RW, karena terbukti bisa menekan jumlah zona merah yang ada di Kota Tangerang.
“Ini terbukti, dari yang awal kasus ini ada, terdapat 250-an RW, kemudian turun menjadi 60 RW yang menerapkan PSBL. Rinciannya 12 RW masih zona merah, 48 lagi zona kuning,” jelasnya.
Arief mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terlebih bila beraktifitas di luar rumah.
“Tetap rajin cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan jaga jarak,” tandasnya.

Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Sementara itu, Pemkot Tangsel akan mulai melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PSBB pada esok hari Senin 29 Juni (hari ini-red), dan hasil evaluasi akan diputuskan perpanjangan atau berakhir.
“Nanti malam akan dievaluasi oleh Ibu Walikota dengan semua tim gugus tugas,” ujar Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie ketika dihubungi wartawan, Minggu (28/06/2020).
Menurut Benyamin, pihaknya belum bisa memastikan apakah PSBB di wilayahnya akan berakhir atau kembali diperpanjang. Namun, dia memastikan bahwa Surat Keputusan Walikota Tangerang Selatan terkait pelaksanaan PSBB akan selesai Senin besok.
“Tunggu evaluasi, kan jam 24.00 berakhirnya, (kemudian) dibuatkan dulu Kepwalnya kalau akan ada perpanjangan. Besok insyaallah selesai,” ungkapnya.

Wakil Walikota Tangerang Selatan, Menyamin Davnie saat membuka Musrenbang Kelurahan Lengkong Gedong.

Pria yang akrab di sapa Ben itu menjelaskan, bahwa ada beberapa hal yang menjadi fokus dalam evaluasi pelaksanaan PSBB di Tangerang Selatan. Mulai dari angka penambahan kasus positif Covid-19 dan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan PSBB.
“Kasus itu landai atau tidak, tingkat kepatuhan PSBB-nya. Sampai Sabtu kemarin baru 78 persen angka kepatuhannya masyarakat. Target kita menyentuh 90 persenan,” tuturnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten per 27 Juni 2020 terdapat 1.275 kasus positif di mana angka kesembuhan mencapai 866 atau sekitar 67,93 persen. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.