Puluhan WNA Terjaring Razia Imigrasi

  • Whatsapp
Warga Negeria saat diamankan pada razia imigrasi. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Warga Negeria saat diamankan pada razia imigrasi. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Dalam operasi pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) petugas berhasil mengamankan seorang WNA asal Nigeria yang mengaku sebagai anak tentara Nigeria berpangkat Kolonel.

Nwachukwu (31) WNA asal Nigeria terciduk petugas imigrasi saat berada didalam kamar apartemen Great Western Kota Tangerang. Sebelumnya dia kedapatan membawa kartu identitas Nigeria Army, namun petugas tidak percaya begitu saja setelah diinterogasi WNA tersebut mengaku hanya sebagai anak Kolonel.

Kepala Imigrasi Kelas I Kota Tangerang, Herman Lukman mengatakan bahwa operasi gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Kesbangpol BNN dan Imigrasi Kota Tangerang dimulai sejak pagi hari. Dan berhasil mengamankan 36 WNA ditiga tempat berbeda, Rabu (8/11/2017).

“Kita dapatkan 30 orang, 17 tanpa paspor, 5 ada dokumen tapi 7 dokumen overstay. Kemudian tim bergerak lagi ke 1 perusahaan dan berhasil mengamankan 12 WNA China,” ujarnya.

Selanjutnya pihaknya bergerak ke salah satu apartemen di Kota Tangerang yaitu apartemen Western. Berhasil mengamankan 4 WNA tanpa dokumen dan WNA dengan dokumen.

“Pertama ke tempat-tempat yang belum kita sentuh. Sebanyak 60 personil gabungan diterjunkan dalam operasi ini,” ucapnya.

“Alhamdulillah dalam sehari bisa mengamankan 36 WNA terdiri dari WNA China sebanyak 12 orang dan sisanya WNA asal Nigeria. Kita usahakan kegiatan ini rutin, dan berhasil mengamankan 36 orang WNA,” sambungnya.

Herman menambahkan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada para WNA ilegal yakni dengan mengembalikan WNA tersebut ke negara asalnya. Selanjutnya petugas membawa para WNA tersebut ke kantor Imigrasi Kelas I Kota Tangerang guna penyelidikan lebih lanjut. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.