Ratusan Buruh Kecewa Bupati Serang Hanya Diam Saja

  • Whatsapp
Buruh demo

SERANG, (vivabanten.com) -Ratusan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang lakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Serang, Selasa (29/01/2020).

Mereka menuntut pada kepala daerah agar dapat memperhatikan nasib mereka terkait Omnibus Low yang banyak merugikan mereka. Para buruh kecewa dengan aturan yang berdampak bagi hajat hidup kaum pekerja dan buruh Indonesia.

“Jika pemerintah pusat dan daerah memaksakan Undang-undang tersebut, kami akan lakukan mogok kerja daerah dan mogok kerja nasional. Ini merupakan salah satu bukti bahwa kami serius menolak hal tersebut. Selain itu juga kami menolak terkait iuran bpjs, karena hal itu hanya membuat kami tambah sengsara,” ujar Muhammad Efendi selaku kordinator lapangan dalam aksi buruh yang dilakukan di depan kantor Pendopo Kabupaten Serang, Selasa (28/01/2020).

Efendi meminta pada para anggota dewan perwakilan rakyat (DPRD) Kabupaten Serang, terutama Bupati Serang jangan diam saja menyingkapi hal ini, jangan hanya menonton dan menikmati hasilnya saja.

“DPRD dan terutama Bupati Serang jangan diam saja, jangan hanya menonton dan menikmati hasilnya saja terima pajaknya, tapi kontribusinya pada buruh tidak ada, kami ini tertindas. Tolong jangan sampai pemerintah daerah mendukung peraturan Omnibus low ini,” ucapnya.

Jika pemerintah daerah tidak merespon dan tidak juga memperhatikan sambung Efendi, buruh yang hampir 80 persen bekerja di pabrik diwalayah di Kabupaten Serang akan lakukan mogok daerah.

“Kami tidak mau lagi ada basa basi, selama ini kita diam, selama 15 tahun ini, Bupati tidak pernah datang pada kita. Mereka maunya untungnya saja, tidak mau datang kecuali ada hasil-hasil. Bupati tuh cuma nonton, minta dukungan minta di coblos. Mohon maaf kami tidak akan mendukung bupati sekarang yang akan mencalonkan. Karena tidak pernah mendukung pada para buruh, namun ketika mereka butuh, mereka mencari kita,” tegasnya.

Dalam aksi kali ini juga Efendi mengungkapkan kekecewaannya lantaran harapan mereka dapat ditemui dan diajak dialog dengan Bupati Serang tidak dapat terwujud, padahal, mereka ingin diperhatikan dan di llindungi.

“Dalam Aksi aksi yang dilakukan, seumur-umur saya selama 15 tahun, belum pernah. Padahal kami ini selaku anak-anak mereka yang aksi ini ingin ditemui dan diperhatikan juga. Itu harapan kami, tanya maunya apa, pengennya apa,selama ini bupati hanya diam,” terangnya.

Padahal, lanjut Efendi, mereka sebagai buruh ingin juga di hormati, disegani jangan hanya datang ke pabrik,pabrik dilihat kerjanya saja, tidak pernah bertanya terkait keluhannya.

“Sekali lagi, tolong Bupati Serang jangan diam saja, tolong panggil kami dari unsur buruh. Kami berharap diterima dan tolong jangan di diamkan kami ini, jangan kami di anak tirikan,” pungkasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.