Ratusan Warga di Kabupaten Lebak Antri Gas Melon

  • Whatsapp
Warga saat antri gas melon.

LEBAK, (vivabanten.com) – Ratusan konsumen rela antri berjam-jam untuk mendapatkan satu elpiji dengan harga murah senilai Rp16.000 per tabung, dalam pembelian para konsumen diperbolehkan membeli satu tabung gas 3 kg.
Dalam antrian para konsumen berjejer sepanjang jalan Ahmad Yani Rangkasbitung, para pembeli ada yang menggunakan masker dan ada pula tidak menggunakan masker.
“Kami sudah antri berjam-jam dengan tertib untuk mendapatkan satu tabung gas isi seberat 3 kg, setiap yang antri hanya diperbolehkan membeli satu tabung dari pangkalan ini. Dengan harga jual sebesar Rp 16.000 per tabung,” ujar Dede Aisah salah seorang konsumen yang antri kepada wartawan, Senin (22/03/2021).
Biasanya kata Dede, dirinya membeli satu tabung gas bisa mencapai 27 ribu di tinggkat pengecer, makanya ia bersama yang lain rela antri untuk mendapatkan satu tabung gas si molen tersebut.
Dede mengatakan, akhir-akhir ini masyarakat pengguna elpiji 3 kg sulit untuk mendapatkan dipasaran, walaupun ada pihaknya harus membeli dengan harga mahal.
“Kelangkaan elpiji sudah dirasakan para pengguna elpiji beberapa bulan lalu, apalagi untuk menghadapi bulan puasa ramadan ini pasti kelangkaan akan terjadi lagi,” tukasnya.
Sementara itu, agen pangkalan Firmansyah saat dikonfirmasi mengakui, ada lonjakan dari para konsumen yang ingin mendapat gas berisi 3 kg, tapi pihak pangkalan hanya menjual satu tabung untuk yang sudah antri dengan harga pangkalan.
“Satu tabung kami jual ke konsumen dengan harga 16.000 per tabung dan itu kita batasin jumlah pembeliannya,” kata Firmansyah.
Firmansyah menjelaskan, untuk alokasi pangkalan kita mendapat jatah sebanyak 2.200 tabung selama satu bulan dari agen PT. Sumber Rejeki Agung Migas, itu diberikan selama 25 hari kerja.
“Hari ini kami dialokasikan sebanyak 100 tabung lebih dan sudah terjual oleh penduduk sekitar desa Lebak Picung. Kalau boleh kita minta penurunan gas ke pangkalan disesuiakan dengan kebutuhan, agar tidak terjadi penumpukan pembeli,” kata Firmansyah.
Ditempat terpisah, Ahmad Hidayat Kasi pemantau harga Disperindag Kabupaten Lebak mengatakan, untuk beberapa hari ini terjadi kelangkaan elpiji 3 kg untuk beberapa wilayah di Lebak.
Kemungkinan sambung Ahmad, karena permintaan elpiji meningkat menyambut bulan suci Ramadhan. Kalau terjadi kelangkaan dan kenaikan harga yang melampui ambang batas, pihaknya selalu turun kelapangan untuk mencari penyebab kelangkaan maupun kenaikan harga.
“Tapi jika terjadi para agen dan pangkalan menjual dengan harga melebihi harga tertinggi eceran, pihaknya akan melakukan fungsi sebagai pengawas. Tapi tidak bisa melakukan teguran kepada agen maupun pangkalan, itu wilayah teguran sampai pemutusan hubungan usaha diserahkan kepada pihak Pertamina,” tandasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.