Ruang Belajar SMAN 2 Cijaku Numpang di Madrasah

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Cijaku, Kabupaten Lebak hingga kini masih menumpang belajar di gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cijaku.

Pasalnya, hingga kini sekolah negeri tersebut belum memiliki gedung sendiri, sehingga setiap hari kegitaan belajar mengajar di sekolah tersebut terpaksa harus bergantian dengan siswa MI.

Akibatnya, proses KBM di sekolah negeri itu tidak bisa dilakukan full day school dan mereka terpaksa belajar dari hari Senin hingga Sabtu.

”Kalau di sekolah lain proses belajar dari hari Senin hingga Jumat, namun di sekolah kami belajarnya dari hari Senin hingga Sabtu karena setelah pukul 13.00 WIB sekolah ini digunakan untuk belajar siswa MI,” ujar seorang Dewi, siswi di sekolah tersebut kepada wartawan, Selasa (19/11).

Tajudin, salah seorang wali siswa juga tokoh masyarakat setempat berharap kepada Pemprov Banten untuk merealisasikan pembangunan unit sekolah baru di Desa Mekarjaya mengingat banyaknya minat warga untuk melanjutkan sekolah ke SMAN 2 Cijaku.

“Kami para warga siap menyediakan lahan untuk pembangunan unit sekolah baru, agar proses belajar mengajar anak-anak kami tidak tergangggu oleh sekolah lain jika sudah punya gedung sekolah sendiri,” ujar Tajudin.

Ia megatakan, harga tanah di daerah tersebut masih murah dan tidak semahal harga tanah di perkotaan sehingga tidak ada alasaan pemprov Banten tidak mampu dalam pengadaan tanah dan pembangunan unit sekolah baru.

“Kami berharap pak Gubernur dan pak wakil Gubernur dapat membangun unit sekolah baru di Kecamatan Cijaku sesuai dengan janji kampanye beliau,” cetusnya.

Kepala SMAN I Cijaku, Iwan Sumantri yang merupakan sekolah induk dari SMAN 2 filial Cijaku mengakui, selama lima tahun sejak berdirinya sekolah filial SMAN 2 Cijaku masih berstatus menumpang di sekolah madrasah.

Namun demikian, kata Iwan, proses belajar mengajar belum pernah terganggu karena sudah ada kesepakatan dengan pengurus Madrasah, jika siswa SMA belajar pagi dan siswa Madrasah belajar siang.

“Memang tidak bisa dilakukan full day school karena balajarnya harus gantian dengan siswa Madrasah,” ungkapnya.

Iwan mengatakan, banyak masyarakat setempat yang menyodorkan tanahnya untuk dibangun gedung sekolah baru agar SMAN 2 Cijaku memiliki gedung sekolah sendiri.

”Saat ini ada tiga titik lahan milik warga yang menyatakan siap tanahnya untuk dibebaskan guna pembangunan USB,” jelasnya.

Ia berharap, tahun 2020 mendatang pemprov Banten dapat membangun gedung sekolah baru untuk SMAN 2 Cijaku, agar 96 murid yang ada saat ini di sekolah tersebut bisa menempati gedung sendiri.

“Tahun ini sudah tahun ketiga SMAN 2 Cijaku meluluskan siswa dan malah ada yang diterima di perguruan tinggi negeri,” tukasnya.

Terpisah, Plt kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten M Yusuf yang dikonfirmasi, pihaknya belum dapat memastikan kapan gedung sekolah SMAN 2 Cijaku akan dibangun oleh pemprov.

“Saat ini semua dalam proses perencanaan, jadi saya tidak bisa berkomentar banyak,” tukas Yusuf. (kew/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.