Sang Jagal Periuk Ayah Tiri

  • Whatsapp

Polres Metro Tangerang Kota soal jagal periuk

TANGERANG (vivabanten.com) – Polisi dari Polres Metro Tangerang Kota terus melakukan menyidikan terkait pembunuhan sadis sekeluarga di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 RT 05/RW 12 No. 5, Kecamatan Periuk, Jati Uwung, Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Dari hasil kerja keras polisi, didapat titik terang siapa jagal yang tegah menghabisi ketika korban yakni Emah (40) dan dua anaknya, Nova (19) dan Tiara (11). Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi dibantu ketua RT setempat terbantu dengan adanya kamera CCTV di sekitar perumahan tersebut.

Ketua RT 05/12 Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Pratomo mengatakan, dirinya mengaku bersama para warga setempat yang pertama kali menemukan para korban, serta suaminya Efendi dalam kondisi bersimbah darah dengan luka tusuk.

Menurut Pratomo, polisi juga memeriksa dirinya dalam proses penyelidikan Polres Metro Tangerang Kota mengenai kasus ini.

“Saya juga diperiksa, ditanya-tanya. Rincinya gimana, jam berapa, dan lain sebagainya,” ujar Pratomo, Selasa (13/2/2018).

Pratomo menjelaskan, di lingkungan yang ia ketuai memang terpasang kamera CCTV dan bahkan, Siskamling pun rutin dilakukan ronda.

“CCTV juga diperiksa dan dijadikan petunjuk,” ungkapnya.
Dalam rekaman CCTV tergambar jelas suasana saat peristiwa itu. Dan di area rumah korban pembunuhan tidak ada hal-hal yang mencurigakan.

“Sudah dilihat CCTV, tidak ada orang yang mencurigakan keluar masuk dari subuh sampai siang,” tuturnya.

Dengan hasil olah TKP tersebut, polisi akhirnya menetapkan pelaku pembunuhan sekeluarga yang menewaskan ibu dan kedua anaknya dilakukan oleh Efendi (55) yang merupakan kepala keluarga dari para korban tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya telah mendapatkan keterangan dari saksi mahkota yaitu Efendi yang sedang dirawat di RS Polri meskipun kondisinya sangat lemah akibat terdapat beberapa luka tusukan ditubuhnya, Selasa (13/2/2018).

Menurut Harry, dirinya meyakini bahwa pelaku kasus pembunuhan sadis ini adalah Efendi yang merpakan suami dari pernikahan ketiga Emah.

“Ya keyakinan kami berdasarkan saksi dan petunjuk-petunjuk yang ada di TKP yang kita temukan. Serta terkait masalah pengakuan yang disampaikan tersangka yaitu di mana disimpan senjata tajam itu adalah pembuktian terakhir,” ungkapnya di depan kamar mayat RSUD Kabupaten Tangerang.

Dari hasil olah TKP dan saksi-saksi, Kata Kapolres, semua bukti mengarah kepada pelaku. Bukti yang polisi dapatkan dari Efendi adalah barang bukti sebilah senjata tajam yang digunakan pelakunya untuk menghabisi nyawa ketiga korbannya.

“Keterangan tersebut didapatkan pada saat mengunjungi RS Polri, dimana tersangka dalam keadaan lemah sempat menyebutkan bahwa alat sajam itu diselipkan di salah satu lemari,” terang Kapolres.

Menurut Kapolres, pelaku dikenakan pasal 338 juncto 340 KUHP tentang pembunuhan yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya. “Sementara ini pelakunya tunggal yah. Pasal 338 juncto 340 KUHP ancamannya seumur hidup,” papar Harry.

Sementara itu sambung Harry, para korban saat ini sedang dilakukan otopsi di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Dari hasil otopsi semua korban mengalami luka tusukan senjata tajam.

“Hingga kini (kemarin-red) proses otopsi masih berlangsung dan rencannya besok para korban sudah bisa dikebumikan. Untuk Tiara (11) proses otopsi sudah selesai dan akan segera dimakamkan,” pungkansya.

Adli mantan suami pertama almarhum Emah di ruang tunggu jenazah RS Umum Kabupaten Tangerang mengungkapkan, bahwa mantan istri dan anaknya Nova (19) akan dikebumikan di TPU Kutabumi.

“Saya sangat terkejut dengan kejadian yang meninpa mantan istri dan anak Eva yang dibunuh ayah tirinya secara sadis. Untuk Tiara akan dimakamkan di TPU Sepatan. Sebab, Tiara merupakan anak dari suami kedua mantan istri saya,” pungkasnya. (lutfi/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.