Satpol PP Amankan Pelajar Di Kamar Hotel

  • Whatsapp
Petugas Satpol PP Kota Tangerang saat mendata para pasangan mesum yang terkena razia. (FOTO : usdo/vivabanten.com)
Petugas Satpol PP Kota Tangerang saat mendata para pasangan mesum yang terkena razia. (FOTO : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Sedikitnya 20 pasangan mesum serta ratusan botol miras berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang. Dalam operasi penyakit masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, Kamis (21/12/2017).

Puluhan pasangan bukan muhrim itu diamankan dari beberapa tempat penginapan hotel kelas melati. Selain itu, bahkan dari pasangan mesum ini ada yang masih berusia 17 tahun diduga masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Tangerang dan untuk pasangan lainnya berstatus sebagai mahasiswa, dan karyawan swasta.

Bacaan Lainnya

Sementara untuk ratusan botol miras disita dari beberapa warung di Komplek Sekneg Kebon Nanas, Panunggangan, Pinang Kota Tangerang yang sudah menjadi target operasi. Operasi pekat ini juga tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan prilaku para penghuni hotel kelas melati.

“Operasi ini dilaksanakan menjelang Natal dan Tahun Baru guna menjaga ketertiban umum, sesuai tupoksi kami operasi pekat ini sasarannya penjual minuman keras dan hal yang bersifat prostitusi atau berduaan di dalam kamar. Hasilnya masih banyak peredaran miras,” jelas Kasie Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang, Alwani.

Menurut Alwani, tindak lanjut untuk pasangan mesum yang terjaring razia akan dilakukan pendataan dan dilakukan pemeriksaan. Nanti tindakannya akan ditentukan setelah pemeriksaan bisa melalui tindak pidana ringan sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2005 tentang maraknya PSK.

Nantinya, pihak keluarga akan dipanggil untuk menjemput anggota keluarganya yang terjaring operasi.

“Memang untuk pasangan bukan muhrim yang ditemukan di beberapa hotel kelihatannya ada yang usianya masih 17 tahun. Pelajar dan akan kita periksa dulu,” katanya.

Alwani mengimbau kepada pemilik penginapan agar lebih selektif dalam menentukan penghuninya, jangan asal ada penghuninya, karena demi ketertiban dan ketentraman masyarakat. Operasi ini juga sebagai langkah tindak lanjut dari isu nasional untuk mengantisipasi jaringan terorisme.

“Tentu kita antisipasi itu, kepada aparat pemerintah desa setempat juga kita himbau untuk berperan aktif setidaknya bila ada tamu datang ke wilayahnya sebaiknya ditanya minimal kartu tanda penduduk atau identitas,” pungkasnya. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.