Satpol PP Sita Ratusan Miras dari Cafe Mewah

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Ratusan botol minuman keras (miras) dari berbagai macam merk berhasil disita Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang, dalam operasi rutin yang digelar Rabu dinihari kemarin.

Dalam penertiban yang melibatkan unsur TNI/Polri tersebut, petugas bukan hanya menertibkan beberapa kios jamu, tapi menyasar ke beberapa cafe mewah dibilangan green lake city Cipondoh yang disinyalir menjual miras secara terang-terangan.

Bacaan Lainnya

Tak ayal kegiatan penertiban tersebut, mengundang perhatian beberapa pengunjung dan pengguna jalan yang melintas, sehingga kemacetan disekitar lokasi tak terhindarkan.

Bahkan tidak sedikit dari anggota keamanan sekitar turut membantu mengatur lalulintas dan mengamankan lokasi yang menjadi sasaran penertiban Satpol PP.

“Kami tidak akan mentolelir siapapun yang terindikasi menjual miras, tidak peduli itu bawah ataupun kelas atas semua kami tertibkan,” ujar Ghufron Falfeli Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP.

Menurut Ghufron, penertiban dilakukan setelah sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah atas peredaran miras yang disinyalir dilakukan secara terang-terangan dibeberapa cafe tersebut.

“Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat dan benar kami mendapati beberapa diantara cafe tersebut, menjual miras baik secara sembunyi- sembunyi maupun terang-terangan,” ucapnya.

Ghufron menjelaskan, selain mendapati ratusan botol miras pihaknya juga berhasil mengamankan delapan pasangan selingkuh dibeberapa Hotel Melati disekitaran Kecamatan Karawaci, Tangerang dan Neglasari.

“Kami juga menyisir ke beberapa hotel dan disana kami mendapati delapan pasangan yang diduga mesum,” tuturnya.

Ghufron mengaku, jajarannya tidak akan bosan untuk melakukan serangkaian penertiban dan penyisiran ke beberapa titik yang terindikasi menjadi lokasi peredaran miras dan prostitusi.

“Kami telah memetakan beberapa lokasi yang terindikasi zona merah, dan kami akan terus memantau lokasi tersebut untuk meminimalisir peredaran miras dan prostitusi,” tukasnya.

Meski demikian sambung Ghufron, dirinya mengaku serangkaian kegiatan penyirisan dan patroli yang dilakukannya, tidak akan maksimal tanpa ada peran serta dari masyarakat yang turut melaporkan setiap kegiatan yang berpotensi melanggar peraturan dan keresahan.

“Kami membuka layanan untuk masyarakat berparitisipasi dalam menekan angka peredaran miras dan prostitusi, setiap laporan yang masuk ke kami tentunya langsung akan kami tindalanjuti,” pungkasnya.(cng/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.