Sebanyak 807 KK Korban Banjir Bandang Direlokasi

  • Whatsapp
Ratusan pengungsi banjir bandang saat berada di pengungsian.

LEBAK, (vivabanten.com) – Sedikitnya 807 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang dan longsor Kabupaten Lebak akan direlokasi. Sebab para korban bencana ini, rumah mereka terdapat di daerah zona merah atau daerah rawan bencana.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Lebak, Wawan Hermawan mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil dari analisis dan verifikasi tim di lapangan.
“Ratusan rumah tersebut berada pada zona merah yang rawan akan longsor dan juga berada di pinggiran sungai yang rawan akan adanya banjir susulan,” ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).
Wawan membeberkan dari hasil verifikasi terdapat 1.442 Kepala Keluarga (KK) yang akan mendapatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) dimana 807 diantaranya akan direlokasi, 99 KK diperbaiki rumahnya dan 536 KK menanti pembayaran ganti rugi Waduk Karian.
“Bagi warga yang akan direlokasi dapat ditempatkan di Huntara atau mau memperoleh DTH Rp.500 ribu/KK, itu adalah pilihan masing-masing KK. Jadi kalau mau dibuatkan huntara, berarti tidak mendapat DTH dan sebaliknya,” bebernya.
“Kalau warga yang belum dibayar ganti rugi akan diberi DTH sampai batas waktu mereka dibayar ganti kerugiannya. Kalau sudah diberikan ganti kerugian maka DTH akan dicabut,” sambungnya.
Wawan menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mencari lahan yang aman dari segala potensi bencana. Yang nantinya dilahan tersebut akan dibangunkan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
“Saat ini, Pemkab masih mencari tempat yang paling tepat untuk huntara, jka memang masyarakat memilih huntara,” ucapnya.
Dari 807 KK yang akan direlokasi, sambung Wawan, seluruhnya tersebar di enam kecamatan yang terdampak banjir bandang dan longsor.
“Hampir semua desa ada warga yang terelokasi khususnya yang berada disempadan pantai,” pungkasnya. (akw/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.