Seminar Jelang Muktamar Rektor: Antara Muhammadiyah dan Pendidikan

  • Whatsapp
Ahmad Amarullah, Rektor UMT
Ahmad Amarullah, Rektor UMT saat menjadi narasumber pada seminar dalam rangka jelang muktamar Muhammadiyah.

Tangerang (VB),- Jelang Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar pada tanggal 1-5 Juli 2020, Pengurus Pusat (PP) organisasi Islam Muhammadiyah menggelar seminar di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Sabtu (15/2/2020).

Seminar dengan tema “Reinvensi Pendidikan Muhammadiyah” dihadiri Ketua PP Muhammadiyah, Buya Goodwill Zubir, Rektor UMT Ahmad Amarullah, Desvian Bandarsyah, dosen Universitas Prof. Hamka (Uhamka) Jakarta.
Ketua PP Muhammadiyah, Buya Goodwill Zubir mengatakan, dirinya memperkirakan akan hadir sekitar 1 juta orang termasuk pemilih dan peninjau untuk menghadiri muktamar organisasi tersebut di Surakarta, Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

“Diperkirakan 2.700 orang pemilih akan hadir di muktamar. Sementara kalau termasuk penggembira, peninjaunya, saya perkirakan lebih dari 1 juta orang,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Buya Goodwill Zubir saat mengisi seminar pra muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Sabtu (15/2/2020).

Menurut Goodwill, selama muktamar nanti selain membahas bidang pendidikan, problematika tentang dinamika Umat Islam, baik dalam maupun luar negeri juga menjadi agenda. Tak hanya itu, pihaknya juga berencana membahas bicara masalah-masalah kekinian bangsa dan negara ini, baik masalah ekonominya saat muktamar.

Goodwill berharap, Muhammadiyah bisa menyumbangkan pikirannya untuk bangsa dan negara ke depan. Sehingga Muhammadiyah memberikan sumbangsih yang besar pada bangsa dan Negara.
Yang tak kalah penting, dia menyebutkan, muktamar diisi dengan agenda pemilihan pemimpin Muhammadiyah. Kata dia, Muhammadiyah sudah memiliki aturan mengenai hal ini dan tidak ada warga Muhammadiyah bisa digiring apalagi diprovokator.

“Saya optimistis muktamar akan berjalan dengan baik dan melahirkan figur-figur pemimpin-pemimpin Muhammadiyah ke depan yang lebih baik lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor UMT Ahmad Amarullah menambahkan, Muhammadiyah dan pendidikan adalah dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, pendidikan di kaca mata Ahmad Dahlan memang dianggap sebagai pangkal persoalan yang dibaca secara presisi dan visioner.

Menurut Amadurllah, penghargaan terhadap pendidikan di Muhammadiyah merupakan relasi logis bagi organisasi Islam ini. Karena di agama Islam secara khusus juga memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan. Sehingga pencerahan adalah tugas yang senantiasa diemban oleh umat Islam di manapun dan kapanpun.

Dalam menghadapi tantangan kedepan dalam dunia pendidikan sambung Amarullah, Muhammadiyah dengan washatiyahnya tidak boleh latah dan terombang-ambing diatas gelombang revolusi industri yang marak dipromosikan akhir-akhir ini.

“Saya kira, perlu keberanian merumuskan kembali landasan filosofis pendidikan Muhammadiyah. Sehingga dapat meletakkan secara tegas bagaimana posisi lembaga pendidikan Muhammadiyah dihadapan pendidikan nasional, dan kedudukannya yang strategis sebagai pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fungsinya sebagai wahana dakwah pencerahan,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.