Shabu 2,6 Kg Dimusnahkan Polrestro Tangerang

  • Whatsapp

TANGERANG (vivabanten.com),- Satuan Reserse Kriminal Polsek Bentang bersama instansi negara lainnya yakni Badan Narkotika Nasional (BNN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imigrasi dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, memusnahkan bahan baku narkotika jenis shabu dengan menggunakan blender di halaman Polres Metro Tangerang Kota.

Bacaan Lainnya

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut, didapat dari hasil penangkapan pada Jum’at (29/12/2017) lalu di rumah kos milik Odi di Jalan Veteran Blok B.11 No.11 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, dengan tersangka DPD yang kedapatan memproduksi narkotika.

“Ini yang kita musnahkan hasil daripada ungkap kasus beberapa waktu lalu, terkait dengan tersangka DPD yang terjadi sekitar Desember 2017,” ujar Wakapolres Metro Tangerang AKBP Harley Silalahi.

Menurut Harley, adapun yang dimusnahkan berupa sejumlah bungkus plastik bening berwarna putih yang merupakan hasil olahan narkotika yang diracik DPD, sejumlah kristal berwarna coklat dan berbagai serbuk lainnya yang mengandung narkotika jenis sabu.

“Sejumlah bahan baku home industri shabu yang dimusnahkan totalnya seberat 3.000 gram atau 2,6 kilogram. Pemusnahan dengan cara memblender dan dicampur garam serta membuangnya,” ucap Harley.

Sementara itu Kepala BNN Kota Tangerang, AKBP Akhmad F Hidayanto mengungkapkan, pemusnahan bahan narkotika tersebut sebagai bukti bahwa di Kota Tangerang anti terhadap narkotika.

“Yang jelas Polri dan BNN sudah buktikan terungkapnya narkoba di Kota Tangerang. Bahkan kita kan memang perang dengan narkoba. Dan sudah lama mengincar atau memonitor barang ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Akhmad menjelaskan, Kota Tangerang saat ini menjadi rangking pertama dalam penggunaan Narkotika di Propinsi Banten, ada empat wilayah yang banyak menggunakan narkotika yakni Neglasari, Karawaci, Ciledug dan Cipondoh.

“Sanksi ancaman pidana pasal 113, 114, 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya.(usdo/indra/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.