Sindiran Kemenkumham Kepada Walikota Arief Menuai Protes Warga

  • Whatsapp

>>Warga Kota Tangerang Kecewa Sikap Menkumham

TANGERANG, (vivabanten.com) – Sindiran Menkumham, Yasonna Laoly, kepada Walikota Tangerang terkait izin lahan gedung kampus, membuat warga Kota Tangerang geram.

Bahkan tak sedikit dari mereka menyatakan kekecewaannya yang dirasa tak pantas diucapkan oleh seorang Menteri.

Bacaan Lainnya

Junaidi Ketua RW 01, Komplek Kehakiman, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang mengatakan, dirinya dengan tegas menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Menkumham.

“Saya sebagai tokoh masyarakat menyatakan statement pak Menteri itu tidak etis. Saya sudah 24 tahun menjadi RW, saya mengetahui secara jelas bobroknya lahan Kemenkumham yang tak terurus hingga sekarang sudah dipercantik Pemkot Tangerang,” ujar Junaidi kepada wartawan, Rabu (10/07/2019).

Menurut Junaidi, walaupun secara aturan penyerahan lahan belum terjadi. Tetapi Pemkot Tangerang telah membangun fasilitas yang sangat dirasakan masyarakat. Pemkot Tangerang peduli kepada masyarakat yang hidup dilahan Kemenkumham.

Junaidi menjelaskan, lahan Kemenkumham dibangun infrastrukturnya, salurannya, aliran listriknya, wisatanya dan lain-lainnya semua untuk kepentingan masyarakat.

“Sebagai seorang Menteri, entah ada masukan-masukan dari bawahannya yang tidak pas, saya tidak mengerti. Maka seharusnya Menteri itu tidak berkordinasi saja. Tidak usahlah statement kepada wartawan yang seperti itu. Sudah begini, warga yang kena efek buruknya,” ucapnya.

Junaidi menambahkan, sebagai warga dirinya memohon hal seperti ini tak terulang lagi. Junaidi pun meminta klarifikasi kembali kepada Kemenkumham dihadapan media.

“Secara jelas Menteri tak pantas berucap seperti itu,” cetus Junaidi dengan nada marah.

Junaidi bersama warga lainnya sudah sangat merasa dirugikan Kemenkumham, setelah menerima surat Walikota yang berisi per 15 Juli, Pemkot tidak akan bertanggungjawab terhadap layanan sampah, perbaikan drainase dan jalan termasuk penerangan jalan diatas lahan Kemenkumham.

“Saya tidak mau ini terjadi terhadap warga saya. Andaikan saja satu hari saja sampah tidak diangkut Pemkot, saya tidak terbayang gimana kondisi wilayah pemukiman kami,” tuturnya.

“Pokonya saya mau Menkumham klarifikasi semua ini jangan diam saja, kita dirugikan,” imbuhnya.

Diketahui, Pemkot Tangerang akan menghentikan semua layanan yang berdiri diatas aset Kemenkumham. Mulai dari komplek Kehakiman dan Pengayoman.

Pasalnya, lahan tersebut berdiri diatas aset Kemenkumham yang Fasos Fasumnya belum diserahkan ke Pemkot. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.