SMAN 3 Lebak Terancam Longsor, Warga Minta Bangunan Direlokasi

  • Whatsapp

LEBAK (vivabanten.com) – Gempa dan banjir bandang yang menimpa wilayah Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu, membuat sejumlah bangunan hancur. Salah satu menimpa bangunan SMAN 3 Kabupaten Lebak yang kini kondisinya sangat mengkhawatirkan.
Mengantisipasi terjadinya longsor pada bangunan sekolah tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, kini tengah mengevalausi keberadaan SMAN 3 Cibeber, Kabupaten Lebak yang rawan terjadinya longsor.
Pasalnya, keberadaan sekolah tersebut berdiri diatas tebing dan memiliki kostur tanah yang labil, sehingga pihak Dindikbud Banten akan terus berkoordinasi dengan ahli konstruksi, apakah sekolah tersebut masih layak dipertahankan atau direlokasi ke tempat lain.
“Kita belum dapat memastikan apakah gedung sekolah akan dilakukan renovasi dan pemasangan tembok penahan tebing (TPT) atau direlokasi ke tempat lain,” ujar Sirojudin Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dindikbud Banten wilayah Kabupaten Lebak kepada wartawan Tangerang Raya, Senin (02/11/2020).
Menurut Sirojudin, pihaknya sangat prihatin dengan kejadian longsornya tebing yang merusak ruangan belajar dan perpustkaan sekolah tersebut.
“Kami pihak KCD wilayah Lebak ingin memastikan keselamatan guru dan murid dalam proses KBM nanti, sehingga perlu dipastikan kekuatan bangunan dan tebing sekolah jika dibangun turap agar tidak terulang kembali bencana longsor diarea sekolah yang terletak di atas tebing itu,” ucapnya.
Sirojudin berharap, agar SMAN 3 Cibeber dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman, karena setiap turun hujan deras terjadi pergeseran tanah yang dapat membahayakan para warga sekolah.
“Kami berharap direlokasi saja sekolahnya untuk menghindari terjadinya korban, karena setiap hujan turun terjadi pergeseran kontur tanahnya,” tukasnya.
Sementara Usep warga setempat meminta sekolah yang memiliki ratusan murid itu, agar dapat direloaksi lokasi yang lebih aman dan tidak jauh dari lokasi sekolah semula, sebab setiap turun hujan deras selalu terjadi pergeseran tanah.
“Kami selalu memantau setiap hujan turun, deras sekali air yang turun kebawah membawa lumpur tanah, lansung kondisi tanah mengalami pergeseran,” kata Usep.
Terpisah, Kepala SMAN 3 Cibeber, Endi Rusli mengatakan, akibat tergerus tanah longsor sejumlah ruangan kelas ambrol terbawa tanah longsor.
Endi berharap, agar segera dilakukan perbaikan dan pembangunan turap yang kokoh, agar tidak mudah longsor jika turun hujan deras.
”Kalau komite sekolah berharap bangunan sekolah ini tidak dipindahkan ke tempat lain, karena didekat gedung sekolah ini adalah pemukiman padat penduduk,” ujar Endi kepada wartawan Tangerang Raya.
Endi menambahkan, alasan komite sekolah menolak untuk dilakukan relokasi sekolah yang memiliki jumlah murid lebih dari 300 orang itu, selain akan menelan biaya yang lebih besar mereka juga kuatir nantinya letak gedung sekolah baru jauh dari pemukiman penduduk.
“Kalau komite mintanya bangunan sekolah tetap disitu, tinggal bangun turap saja yang kokoh,” tandasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.