Sopir Angkot Perkosa Penumpang Ditembak Polisi

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Jajaran Polres Metro Tangerang membekuk seorang sopir angkot jurusan T03 jurusan Kota Bumi – Pasar Anyar Tangerang dikontrakannya, Rabu (23/5/2018)

Bacaan Lainnya

Sebut saja, Andri Setyo (24) sopir angkot tersebut ditangkap lantaran telah memperkosa penumpangnya RA (22) disebuah hotel di wilayah Kecamatan Neglasari, setelah sebelumnya dicekokin minuman yang mengandung obat bius.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, Andri diamankan setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut pada Selasa (15/5/2018).

“Selasa kami dapat laporan, kami kejar dan amankan pelaku,” ujar Harry, Jumat (25/5/2018).

Kejadian bermula saat RA menaiki angkot milik Andri menuju arah Pasar Anyar. Adapun angkot saat itu dipenuhi para penumpang. Kemudian pada saat penumpang sudah turun, Andri berhenti di sebuah kawasan yang sepi kemudian menuju ke arah kursi penumpang.

Sambil mengancam, Andri memerintahkan RA untuk meminum segelas air yang berada di dalam sebut botol plastik. Semula RA tidak mau dan berusaha memberontak. Namun, karena terus diancam dan tidak mendapatkan pertolongan RA akhirnya menuruti perintah Andri untuk meminum air tersebut.

Beberapa menit setelah meminum air, RA merasa pusing dan sempat tidak sadarkan diri. Adapun minuman tersebut merupakan minuman semacam obat bius yang telah diracik Andri dengan mencampurkan obat tetes mata dan air. Hal itu dia pelajari di internet.

Saat sadar, RA telah berada di dalam kamar salah satu hotel di daerah Neglasari. Saat sadar, Andri kembali mengancam RA yang tidak berdaya dan kemudian melancarkan aksinya. Setelah memperkosa RA, perempuan tersebut diturunkan di pinggir jalan.

Warga yang melihat RA menangis di pinggir jalan kemudian mengantarkannya pulang. Setelah bercerita kepada keluarganya terkait kejadian yang dialami, keluarga RA kemudian melapor ke Polres Tangerang.

Polisi menyelidiki ciri-ciri pelaku. Pada Rabu, polisi mengamankan Andri di sebah kontrakan yang berada di kawasan Cimone, Tangerang.

“Sempat melakukan perlawanan, tapi kami lakukan tindakan tegas terukur,” ujar Harry. (lutfi/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.