Stasiun Rangkasbitung Hanya Layani Penumpang Yang Miliki KMT

  • Whatsapp

LEBAK (vivabanten.com) – Mulai Selasa 3 November 2020, pengguna KRL Commuter Line dan kereta api lokal di Stasiun Rangkasbitung ada aturan baru dalam cara pembayaran. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memutuskan, Stasiun Rangkasbitung menjadi stasiun yang khusus melayani pengguna dengan Kartu Multi Trip (KMT) dan kartu uang elektronik terbitan bank maupun tiket dengan kode QR melalui aplikasi Android Link Aja. Dengan kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran virus corona atau covid 19.

“Karena perpindahan uang tunai merupakan salah satu media penularan covid 19, selain itu dkebijakan ini dapat mengurangi antrean tunai juga dapat mengurangi antean di stasiun,” Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba, kepada awak media, Selasa (03/11/2020).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, dengan di berlakukannya kebijakan itu juga di harapkan dapat meminimalisir penyebaran virus corona, karna dapat menekan perpindahan uang tunai yang merupakan salah satu media penularan virus ini.

“Kami sebagai penyedia transfortasi harus dapat menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat termasuk memutus mata rantai virus corona,” tambahnya.

Stasiun Rangkasbitung, sambung Anne, merupakan salah satu stasiun volume penumpang cukup tinggi. Pada september 2020, stasiun ini melayani 4.396 pengguna krl setiap harinya.

Setiap harinya stasiun rangkasbitung memberangkatkan 72 perjalanan KRL lintas Rangkasbitung/Maja/Parungpanjang/Serepong/Tahanabang PP dan 8 perjalanan kereta api lokal dengan tujuan Rangkasbitung – Merak.

“Bagi pengguna KRL, stasiun rangkasbitung mulai hari ini tidak lagi melayani pembelian TMB (Tiket Harian Berjamin-red) maupun isi ulang. Penumpang di wajibkan menggunakan KMT (Kartu Multi Trip-red) maupun kartu elektronik bank,” ucap anne.

Menurut Anne, nantinya penumpang yang ada di Stasiun Rangkasbitung akan lebih mudah untuk berganti moda kereta. Selain itu, kata Anne, Stasiun Rangkasbitung juga sudah tak melayani para penumpang yang menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB), kebijakan ini, menurut Anne bagian dari PT KCI dalam mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

“Selama pandemi ini, saya mengajak pengguna KRL untuk mengurangi transaksi dengan menggunakan uang tunai. Ini upaya PT KCI dalam mengurangi antrean di Stasiun sehingga dapat memaksimalkan upaya jaga jarak,” pungkasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.