Terminal Tanara Dinilai Mubazir Dan Tidak Efektif

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com ) -Pembangunan terminal angkutan umum Tanara dinilai mubazir dan tidak efektif. Terminal yang sejak empat tahun kebelakang di dirikan dan diharapkan mampu meningkatkan faktor ekonomi masyarakat sekitar tidak berfungsi sama sekali.

Minarti (43) pemlik warung yang berada depan terminal Tanara mengatakan, dirinya yang sengaja membuka warung depan terminal sejak empat tahun lalu kecewa tidak sesuai harapan.

Bacaan Lainnya

“Saya disini sudah lama, sejak dibangunnya terminal ini dan sengaja ngontrak disini, tadinya berharap kalau terminal ini bakal rame warungnya,” ujar Minarti.

Petugas Terminal Tanara, Abudin membenarkan terkait kurang efektifnya terminal yang sudah dibangun empat tahun silam,lantaran terminal tersebut hanya difungsikan sebagai perlintasan saja.

“Ya cuma lintas saja sementara ini,paling satu dua mobil yang melintas dan itupun mereka ga mau masuk terminal hanya lewat doang,” tukasnya.

Harusnya sambung Abudin, dibuat trayek yang pasti, agar terminal yang dibangun dengan dana yang tidak sedikit ini tidak mubazir seperti sekarang, harus ada inovasi atau cara yang diperbuat.

“Memang sementara ini alasan dari para supir belum ada penumpangnya, tapi kalau dilihat dari letaknya sih snagat strategis. Ya tinggal dipikirkan saja bagaimana semestinya, karena kita disini juga ada retribusi yang harus disetorkan tiap minggunya,” ucapnya.

Sementara itu Kabid Teknis Saran (TekSar), Edi Lutfi menjelaskan,terkait kurang berfungusinya terminal Tanara, pihaknya telah berupa terkait hal itu, namun karena terbentur kebijakan pihaknya tidak dapat berbuat maksimal.

“Memang kita juga sempat bingung terminal sudah ada tapi trayek belum ada, sehingga kita ga bisa buat trayek hanya bisa lintas saja,” ujarnya.

Sesuai PP22 lanjut Edi, untuk kewenangannnya dan penindakan pihaknya telah dibatasi, termasuk juga kurangnya personil yang ada menjadi salah satu alasan tidak maksimalnya dalam penanganan dilapangan.

Pihaknya pun saat ini hanya bisa menunggu kebijakan yang akan diambil oleh provinsi terkait terminal tersebut, karena memang saat ini jika dilihat dari kebijakan,provinsi yang lebih pantas.

“Ya kebetulan juga dari provinsi waktu itu telah meminta dan sudah dua kali juga lakukan survei, namun itu masih proses. Entah kapan realisasinya,” pungkasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.