Tingkatkan PAD, Bapenda Kota Tangerang Lakukan Penilaian Individual

  • Whatsapp
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang, Kiki Wibhawa.

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) – Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang melakukan penilaian Individual Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Kiki Wibhawa mengatakan, kegiatan penilaian Individual pajak PBB ini bertujuan untuk mengetahui berapa besaran pajak yang wajib dibayarkan setiap tahunnya kepada Pemerintah Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Salah satu cara untuk menggali potensi adalah dengan melakukan penilaian individual terhadap objek pajak yang dianggap perlu dan dapat meningkatkan potensi pendapatan,” ujar Kiki kepada wartawan.

Menurut Kiki, Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) ini salah satu pajak yang dikelola oleh Pemda mulai dari proses administrasi hingga penagihan pajak termasuk penggalian potensinya.

“Penilaian Individual adalah penilaian terhadap sesuatu objek pajak berupa tanah dan bangunan dimana untuk penilaian tanah dilakukan dengan metode pendekatan data pasar dan penilaian bangunan dilakukan dengan memperhitungkan karakteristik dari seluruh obyek pajak, sehingga diperoleh nilai perolehan baru, kemudian dikurangi dengan penyusutan,” jelas Kiki.

Kiki menuturkan, penilaian pajak dapat diklasifikasikan sesuai dengan objek pajak seperti Objek Pajak Umum yakni objek pajak yang memiliki konstruksi umum dengan keluasan tanah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Kemudian lanjut Kiki, Objek Pajak Khusus yakni objek pajak yang memiliki konstruksi khusus atau keberadaannya memiliki arti yang khusus seperti: lapangan golf, pelabuhan laut, pelabuhan udara, jalan tol, pompa bensin dan lain-lain.

“Melalui pekerjaan ini diharapkan NJOP Tanah dan bangunan yang ditetapkan telah sesuai dengan harga pasar, namun tetap berpegang pada keadilan dan memberi kebaikan bagi masyarakat Kota Tangerang,” kata Kiki.

Kiki menambahkan, tujuan adanya penilain individual tersebut guna memperoleh penilaian terhadap NJOP tanah dan bangunan yang tepat dari hasil analisa NJOP, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah namun tetap mengedepankan keadilan bagi masyarakat/warga Kota Tangerang.

“Kami melibatkan pihak ketiga dalam melakukan penilaian individual ini dengan menugaskan tenaga ahli untuk melakukan kajian atau verifikasi terhadap hasil penilai NJOP tanah dan bangunan, guna memperoleh NJOP tanah dan bangunan yang sesuai,” tukasnya.

Masih menurut Kiki, dalam penilaian individual ini juga dilakukan terhadap obyek pajak dengan kriteria, objek pajak non standar, obyek pajak yang potensial dan bernilai tinggi, sehingga berdampak kepada kenaikan PBB tahun 2022 yang cukup signifikan setelah dilakukan penilaian.

“Penghitungan nilai bangunan dengan memperhitungkan seluruh karakteristik bangunan baik untuk komponen utama, komponen material dan komponen fasilitas bangunan sesuai daftar biaya komponen bangunan (DBKB) yang ada. Apabila tidak tertampung dalam DBKB, maka perhitungan dapat dilakukan sendiri dengan pendekatan Survey Kuantitas,” pungkasnya.(ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.