Truk Sampah Tangsel Diamankan di Rawa Kucing

  • Whatsapp
Truk Sampah Tangsel
Truk pengangkut sampah saat diamankan Satpol PP dan DLH ketika hendak buang sampah di TPA Rawah Kucing.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Truk pengangkut sampah dengan nopol polisi B-9131-CQB, yang diduga milik Pemkot Tangsel diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Senin (27/1/2020).

Truk dari luar daerah Kota Tangerang tersebut, sering membuang membuang sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Neglasari. Dari 20 truk yang teridentifikasi, satu diantaranya telah diamankan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan, satu truk yang diamankan itu berasal dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel). “Setelah kami cek, ternyata truk yang kami tertibkan ini dari daerah Tangerang Selatan,” ujar Dedi kepada wartawan.

Menurut Dedi, pihaknya telah mengidentifikasi truk-truk luar daerah yang membuang sampah ke TPA Rawa Kucing. Sejauh ini, sambung Dedi, terdapat 19 unit truk lainnya yang disinyalir membuang sampah ke Kota Tangerang.

“Sementara memang yang masuk sudah kita amankan baru satu, karena kita juga mendapat info bahwasanya mereka sudah putar arah begitu salah satu kawannya masuk,” ucapnya.

Dedi menjelaskan, truk yang diamankan itu membawa sampah-sampah dari limbah perhotelan dan restoran. Menurut Dedi modus truk asal luar daerah membuang sampah di Kota Tangerang ini, masuk ke TPA Rawa Kucing melalui jalur atau pintu keluar.

Dedi menambahkan, praktik ini sudah berjalan cukup lama, tetapi penindakan akan dimasifkan mulai hari ini.

“Insya Allah tentunya giat penetiban ini kan, mungkin tidak bisa cukup sehari. Hari ini kita membuat shock terapi dulu,” pungkasnya.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menepis tudingan bahwa truk sampah yang ditahan di Kota Tangerang milik Pemkot Tangsel.

Demikian dikatakan Kasie Persampahan DLH Kota Tangsel, Rastra Yudhatama saat dihubungi wartawan, Senin (27/1/2020). “Itu mah bukan (truk) punya Tangsel,” kata Yudha.

Rastra menyebut bahwa truk berplat hitam yang ditahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, merupakan truk yang bekerjasama dengan pihak pengembang.

“Itu punyanya vendor yang kerjasama dengan pengembang,” tambahnya. Hingga kini, Yudha pun belum dapat memastikan soal kepemilikan truk tersebut.

“Belum ada bukti dan data dari Kota Tangerang. Kita masih nunggu dari Kabid Persampahan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kota Tangerang memiliki Peraturan Daerah (Perda) No 3/2009 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam Pasal 19 disebutkan bahwa setiap orang dilarang mendatangkan sampah dari luar Kota Tangerang.

Sementara dalam Pasal 24 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.