Upacara Cioko, Persembahan Untuk Leluhur

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Vihara Nimmala (Boen San Bio) kembali menyelenggarakan upacara Ulambana atau Cioko, upacara tersebut merupakan tradisi umat Buddha dan diselenggarakan setiap tahunnya, Sabtu (16/09/2017) malam.

Upacara diawali dengan persembahyangan yang dipimpin oleh para Suhu dan Locu, yang bertujuan untuk mengundang para arwah di alam baka dan arwah-arwah yang berkeliaran di bumi, atau arwah yang kurang bahagia untuk ikut menikmati jasa kebaikan yang dilimpahkan dan mendapat kebahagiaan karena telah didoakan.

Bebeng selaku pembina Vihara Nimmala (Boen San Bio) menjelaskan, acara tersebut selalu diadakan setiap tahunnya, baik di Vihara maupun di Klenteng.

“Ya, ini acara setiap tahun kita adakan, setiap wihara dan setiap klenteng kita adakan, yang kebetulan tahun ini kita dapat acaranya pada 16 September, tujuannya karena bulan ini adalah bulan 7 penanggalan Imlek adalah bulan sosial,” ujarnya.

Lanjut Bebeng, kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan pada umat yang mau melimpahkan jasanya kepada almarhum orang tuanya dan leluhurnya.

“Ditulis nama orang taunya siapa dan leluhurnya siapa yang nanti kita kirim, yang tdi bapa liat itu ada perahu dibakar itu isinya uang-uangan baju dan sebagainya. Tujuannya untuk melimpahkan jasa itu kepada leluruhnya,” tuturnya.

Serangkaian acara telah disiapkan sebelum memasuki acara puncak yakni pembakaran patung Raja Setan Boen Tay Soe setinggi 7.20 meter dan Perahu Naga sepanjang 9.20 meter. Vihara Nimmala (Boen San Bio) Jalan K.S Tubun No. 43 Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang. Terlihat sudah dipadati oleh umat Buddha yang akan hendak ibadah dan melihat kegiatan tersebut.

Bebeng melanjutkan, dirinya menjelaskan tentang Boen Tay Soe atau Raja Setan yang menjadi perhatian pengunjung, umat rekan-rekan wartawan lainnya.

“Boen Tay Soe adalah raja setan, raja yang mengawasi setan-setan yang di alam sana, dia itu lah yang mengkordinir jangan sampai ada kendala di alam sana,” pungkasnya.

Ketika acara pembakaran dimulai tampak seluruh pandangan mengarah ke patung Boen Tay Soe dan perahu naga.

Selanjutnya upacara Cioko diakhiri dengan mengadakan Baksos ke panti-panti jompo, panti asuhan, dan masyarakat didaerah terpencil di wilayah Tangerang.
(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.