Usia  Banten 18 Tahun, Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) –  Peringati hari ulang tahun Provinsi Banten ke 18 yang jatuh pada tanggal 04 Oktober, kumpulan mahasiswa yang tergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Serang melakukan aksi demonstrasi di Depan UIN SMH Banten, Rabu (03/10/2018).

Bacaan Lainnya

Ketua DPD GMNI Serang, Adnan Fatoni mengatakan tingkat kemiskinan masyarakat Banten semakin lama semakin meningkat. Setiap tahunnya kemiskinan meningkat sebanyak 5,3 persen dan pengangguran meluas meluas dengan presentasi sekitar 7,3% setiap tahunnya.

“Banten masih menjadi provinsi termiskin kedua di Indonesia masyarakatnya belum sejahtera secara ekonomi dan buruknya pelaksanaan kinerja dalam bidang pendidikan atau kesehatan,” tegasnya.

Hal ini membuktikan bahwa WH dan Andika masih belum mampu menekan angka kemiskinan yang semakin hari semakin menggurita.  hal ini juga menandakan bahwa kepemimpinan mereka masih belum berhasil mensejahterakan rakyat.

Ia mencontohkan dibeberapa daerah di Banten masih banyak sekolah tingkat SD, SMP atau SMA yang belum memadai pada lini fasilitas serta Bantuan operasionalnya.

“Dalam bidang kesehatan provinsi Banten terbilang miris di mana angka harapan hidup yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu sebesar 79,5% namun Banten hanya memenuhi sekitar 69,70 persen,” ujarnya.

Adnan menuturkan,menurut data BPS angka balita gizi buruk semakin meningkat di tahun 2018 sendiri. Dengan angka balita gizi buruk mencapai 1078 jiwa.

“Fasilitas Rumah Sakit dan Puskesmas tidak disediakan dengan baik, pelayanan kesehatan masih belum memuaskan di mana upaya meminimalisir rakyat miskin yang tidak dapat mendapat pelayanan kesehatan pun tidak terlaksana,” tuturnya.

Di usia Banten yang sudah remaja, kata Adnan, pemerintah belum memberikan kado yang dapat membahagiakan masyarakat Banten itu sendiri.

“Sampai saat ini seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa masih mempertanyakan tindak lanjut WH dan Andika dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang sudah dicanangkan sejak awal,” katanya.

Untuk itu,lanjut Adnan dalam aksi demonstrasi hari ini, pihaknya meminta kepada Pemprov Banten untuk segera menangani secara serius kemiskinan di Banten, Benahi sistem kesehatan di Banten.

“Kami juga meminta pemerintah untuk segera menuntaskan masalah pendidikan dan menjalankan program yang membantu program masyarakat tidak mampu secara ekonomi dalam mengemban pendidikan,” pungkasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.