Ustadz Hidup Dibawah Garis Kemiskinan, Butuh Bantuan Pemkab Tangerang

  • Whatsapp

KABUPATEN TANGERANG, (vivabanten.com) – Luasnya wilayah Kabupaten Tangerang membuat kurangnya pengawasan kurang maksimal. Pasalnya, hingga saat ini masih ada warga yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Program unggulan Pemkab Tangerang seperti Gerakan Bersama Rakyat Berantas Pemukiman Kumuh dan Miskin (Gebrak Pak Kumis), ternyata masih belum mampu mengatasi hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dialami Ustadz Irsyad (68) warga kampung Gaga Selawe RT003/002 Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler, yang hidup jauh dari kata layak.

Rumah seorang Ustadz tersebut seperti layaknya kandang kambing, rumah yang beratapkan bilik yang sudah usang, dalam kondisi rapuh sementara lantainya masih beralasakan tanah, bahkan ketika tidur bisa langsung menatap langit. Ketika hujan, kebocoran terjadi dimana-mana bahkan rumah ini pun sering terendam banjir.

Irsyad (68) ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya mangaku bukan tidak mau merenovasi rumahnya yang sudah sangat memperihatinkan, tapi karena tidak ada biaya, maka cuma jadi impian bisa merenovasi rumahnya.

“Saya tidak ada biaya untuk memperbaiki rumah ini, belum lagi istri saya yang sudah tiga tahun mengalami kebutaan dikarena sakit gula yang tak kunjung sembuh,” ujar Irsyad.

Menurut Irsyad, dirinya kini berperan ganda yakni mencari dan mengurus rumah tangga. Istrinya divonis mengalami glukoma dan komplikasi sehingga mengalami kebutaan.

“Saya sudah pernah ajak istri untuk berobat ke rumah sakit, namun pihak rumah sakit angkat tangan karena keadaan sang istri yang sudah parah dan menganjurkan berobat ke rumah sakit di Bandung,” ucap ustadz yang setiap magrib mengajar ngaji anak-anak setempat.

Irsyad mengaku, belum ada bantuan sedikit pun dari aparat desa setempat. Dirinya berharap, ada bantuan dari Pemkab Tangerang agar bisa memperbaiki rumahnya, sehingga bisa lebih nyaman untuk murid-muridnya mengaji.

“Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah setempat supaya bisa membedah rumah saya melalui program Gebrak Pak Kumis, agar saat hujan tidak kebocoran lagi dan pihak Dinkes agar bisa memfasilitasi istri saya untuk berobat,” tukasnya.

Sementara itu Camat Gunung Kales, Satibi ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya mangku tidak mengatahui terkait warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan dan jauh dibawah kaya layak.

“Itu tanggung jawab Kades setempat, kenapa tidak melaporlkan kepada kami,” Kata Satibi berkilah.

Satibi menambahkan, jika pihak Kades memberikan informasi kepada kami, maka akan ditindaklanjuti agar segera mendapatkan bantuan dari Pemkab Tangerang.

“Kami akan tindaklanjuti laporan dari temen-temen media ini terkait kondisi Ustadz Irsyad dan mudah-mudahan segera mendapatkan bantuan,” pungkasnya. (eroh/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.