Walikota Tangerang Perintahkan Satpol PP Bongkar Tembok Beton

  • Whatsapp

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) – Bangunan dinding beton dengan ketinggian 2 meter dan panjang 300 meter membuat keresahan masyarakat di Jalan Akasia RT 04/ 03, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang

Pasalnya, akibat dibangunnya tembok beton tersebut warga terpaksa harus memanjat dinding dengan manaiki tangga dan kursi, agar bisa melewati jalan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Mendapatkan laporan keresahan warga ini membuat geram orang nomor satu di Kota Tangerang geram. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah langsung memerintahkan Satpol PP untuk segera nmembongkar dinding beton tersebut.

Menurut Arief, polemik sengketa tanah di Jalan Akasia RT 04/03, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug yang berujung pembangunan tembok beton berdampak pada hilangnya akses jalan rumah warga.

Arief mengatakan, dirinya menginstruksikan jajaran Satpol PP Kota Tangerang untuk melakukan pembongkaran tembok beton yang telah dibangun, lantaran menyulitkan warga yang akan keluar dan masuk tempat tinggalnya.

“Sudah saya diinstruksikan ke Asda 1 dan Kasatpol PP untuk segera bongkar pagar betonnya,” tegas Arief kepada wartawan di Puspem Kota Tangerang, Senin (15/03/2021).

Sementara itu, Asisten Tata Pemerintahan Kota Tangerang Ivan Yudhianto mengtakan, keputusan pembongkaran tembok ini diambil lantaran usaha mediasi yang beberapa kali dilakukan oleh Pemkot Tangerang dengan kedua belah pihak tidak menemui titik terang.

“Pihak yang mengaku memiliki tanah tidak hadir dan tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan lahan,” kata Ivan.

Selain itu sambung Ivan, dari hasil peninjauan lapangan yang dilakukan oleh jajaran Pemkot bersama BPN Kota Tangerang didapati bahwa bidang tanah yang menjadi polemik telah tercatat sebagai jalan, bukan lagi milik individu.

“Pada sertifikat tanah sebagaimana disampaikan BPN bahwa tanah tersebut adalah jalan,” tukasnya.

Terpisah, Camat Ciledug Syarifuddin mengatakan, dinding beton itu dibangun secara ilegal diatas jalan yang merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Pemkot Tangerang telah memasang paving block di sepanjang jalan tersebut, dengan total lebar jalan 4,5 hingga 5 meter. Pembangunan menggunakan Ang[1]garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Tangerang.

“Pemerintah menggunakan dana APBD di proses pembangunan jalan itu, ya kami anggap itu sudah punya pemerintah,” terang Syarifuddin.

Menurut Syarifuddin, pihak yang membangun tembok di jalan tersebut belum bisa menunjukkan bukti kepemilikan atas tanah tersebut.

Akibatnya, pihak kecamatam Ciledug meminta Satpol PP Kota Tangerang untuk segera membongkar dinding tersebut.

Sementara Pelaksana tugas (PLT) Kepala BPN Kota Tangerang, Jodie mengatakan, terkait sengketa tanah tersebut diketahui telah bersertifikat dengan Nomor 64-65 tahun 1994. Artinya, pembelian dari lelang yang dilakukan pihak almarhum Munir sah miliknya.

“Tapi yang bermasalah itu terjadi di sebelah barat dari rumah tersebut. Dokumen yang ada di kami, batas-batasnya waktu permohonan haknya itu tertuliskan adalah sebelah barat berupa jalan. Sehingga nyata bahwa itu perbatasan bangunan itu berupa jalan. Sudah dari dulu diperuntukan untuk jalan,” tandas Jodie. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.