Warga Keluhkan Pembangunan Jalan PT KAI

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Warga Kampung Pasir Sukarayat  RW 07 dan RW 15, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, Mengeluhkan akses jalan yang akan dibangun PT KAI. Pasalnya hal tersebut terkait pengajuan permohonan akses  jalan yang berbatasan langsung dengan area warga setempat.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya warga sudah melayangkan surat permohonan sebanyak dua kali dengan meminta kebijaksanaan dari pihak PT KAI, guna memberikan sebagian lahannya untuk akses jalan selebar 5 meter yang diperuntukkan bagi jalan masyarakat atau kepentingan umum.

Terkait hal tersebut, Salah seorang Tokoh Masyarakat Pasir Sukarayat Maryanto Iskak bersama warga melakukan mediasi dengan pihak PT KAI yang didampingi pihak TNI. Lantaran akan segera dilaksanakannya proyek pemagaran oleh pihak PT KAI pada tanggal 22 Juli 2018 dan harus sudah selesai dilaksanakan.

“Kami minta pihak PT KAI mau memberikan akses jalan tersebut, guna kepentingan publik. Pasalnya jika tidak ada akses jalan, warga takut mengalami masalah seperti kebakaran, ketika tidak ada akses jalan, mobil pemadam kebakaran tidak akan bisa masuk,”kata Maryanto Iskak saat mediasi dengan PT KAI.

Sementara perwakilan PT KAI Murdani mengatakan bahwa akses jalan akan tetap diberikan kelebihan jarak 1,5 meter dari patok yang sudah ditentukan.

“Pihak KAI tetap memberikan akses jalan sesuai dengan patok yang sudah ditentukan dan terkait surat pengajuan warga, hingga saat ini pihak Kami tidak mengetahui surat kedua yang diajukan oleh warga,”katanya.

Sejauh ini menurut warga, Apabila proyek pembangunan akan tetap dilaksanakan dan hanya diberikan jarak 1,5 meter. Warga menilai kemungkinan besar tidak ada akses jalan, lantaran jarak tersebut akan berbatasan langsung dengan taman yang telah dibuat oleh pemerintah Kabupaten Lebak sebelumnya.(dit/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.