Warga Nilai Aksi Buruh Arogan dengan Blokir Jalan

  • Whatsapp
Ratusan buruh Banten saat melakukan unjuk rasa dengan memblokir Jalan Tanah Tinggi Kota Tangerang.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Aksi buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3), memblokir jalan disekitar lampu merah tanah tinggi menuai kritik pedas dari masyarakat pengguna jalan.
Pasalnya, selain dinilai arogan, aksi berorasi dengan menutup jalan menyebabkan kemacetan yang cukup parah.
“Emang jalanan cuma punya buruh doang, kita juga berhak menggunakan jalan ini,” ujar Abdul Gani salah seorang pengendara motor yang terjebak dalam kemacetan tersebut.
Ia menilai Aksi buruh yang arogan tersebut disinyalir lantaran kekecewaan koordinator lapangan yang tidak mencapai target yakni 5000 masa yang telah disampaikan sebelumnya.
“Ah paling banyak juga tiga ratus orang yang nutup lampu merah, dari orasinya sih kayaknya dia malu karna targetnya katanya lima rebu yang dateng separonya juga ngga,” jelasnya.
Menurut dia, aksi menutupi malunya dengan menutup seluruh badan jalan adalah perbuatan yang kurang masuk akal dan aksi yang dinilai semena – mena.
“Seharusnya kedepan aparat dapat lebih tegas dalam menertibkan dan mengembalikan kenyamanan masyarakat pengguna jalan, giring aja ketempat tujuan mereka dan kalau mereka menolak tangkap aja karna mereka mengganggu ketertiban,” jelasnya.
Sementara itu, Hardiansyah SP Ketua SPSI Kota Tangerang mengakui, target lima ribu masa yang telah disampaikan jauh dari harapannya.
“Iya tadi dijalan pada mencar, satu satu ilang,” singkat Hardiansyah kepada wartawan.
Menurut dia dengan menutup jalan diharapkan efek yang ditimbulkan dapat lebih tepat sasaran dan lebih efektif.
“efek yang kita ambil, agar pemerintah a kota Tangerang segera mengambil sikap dan peringatan keras kepada pemerintah,” tukasnya.
Dirinya berkilah, penutupan jalan tersebut adalah bagian dari aksinya untuk melumpuhkan Kota Tangerang.
“Kami sambil menunggu temen-temen dari barat untuk bersama-sama menuju Kantor Puspemkot,” pungkasnya. (cenk/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.