Warga Pantura Tolak Pembebasan Lahan Dengan Cara Premanisme

  • Whatsapp

TIGARAKSA, (vivabanten.com) – Warga Pantura Kabupaten Tangerang, kecam cara-cara preman dalam pembebasan lahan oleh Agung Sedayu Grup. Situasi yang terjadi belakangan ini di Pantura sangat tidak menguntungkan warga.

H Gani tokoh masyarakat Pantura mengungkapkan, pengembang yang diberi kewenangan melakukan pembebasan lahan yakni Agung Sedayu Group melalui PT. Kukuh Mandiri Lestari, menawar lahan warga terlalu murah.

Dikatakan, hitungan perspektif mengenai pengantar yang ada harus melihat keadaan lapangan. Pasalnya terjadi diskriminasi pada warga.

“Saya sebagai warga pantura merasa janggal. Seharusnya kejadian-kejadian yang diluar hukum dan aturan jangan terjadi di sini,” ujarnya.

Diungkapkan, kejadian yang paling hangat terjadi di Desa Lemo. Pasalnya ada warga laporan di depan kantor kepala Desa, dipatok oleh oknum yang mengatasnamakan Hercules CS.

“saya punya barang bukti. Sebab ada pemilik tanah yang dibayar dengan harga sangat rendah. Hal tersebut sangat tidak masuk akal. Hal inilah yang membuat kami melakukan diskusi bersama dengan tokoh pemuda,ulama dan masyarakat, mau di kemanakan arah pembangunan pantura ini,” tegas H Gani, usai diskusi tema peranan pribumi dalam iklim investasi di Tangerang Utara, Sabtu, (12/11/17).

Hal senada dikatakan inisiator gerakan “Pribumi Bersatu” Ahmad Faisal. Dikatakan, warga jangan sampai terprovokasi pola kerja penguasaan lahan yang dilakukan Agung Sedayu Group. Dimana dibeberpa tempat terdapat tulisan dilarang masuk tanahPT.

Yang lebih parah adalah ada klaim sepihak lahan yang dikuasai Hercules CS yang berdasarkan surat tanah nomor sekian. Persoalan kemudian terjadi antara pemilik lahan dengan Agung Sedayu Group. Pihaknyapun menyayangkan, mengapa pengembang harus menggunakan jasa preman.

Misalnya mungkin menggunakan tangan Hercules CD. Kita semuanya tahu bahwa negara kita adalah negara hukum Kenapa harus pakai Hercules CS. Kami meminta kepada Polres metro tangerang , Polda Metro Jaya, Mabes Polri dan Kejaksaan melindungi tanah warga yang masih sah,” pintanya.

Ditambahkan, kalau keadaan berlarut-larut dikhawatirkan, nantinya akan muncul perlawanan dari rakyat. Bukan hanya kepada preman saja, tetapi bisa juga terhadap pemerintah yang belum maksimal dalam membangun wilayah.

“Sebab cara intimidasi sudah bukam zamannnya lagi. Lahan disini direncankan Agung Sedayu Group untuk property, dan hal itu hanya menyerap sedikit tenaga kerja,” pungkasnya.(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.