Warga Serua Protes Bau Busuk Sampah, Walikota Terkesan Tutup Mata

  • Whatsapp
Tumpukan sampah di wilayah Serua Tangsel yang mengeluarkan bau busuk. (Foto : diaz/vivabanten.com)
Tumpukan sampah di wilayah Serua Tangsel yang mengeluarkan bau busuk. (Foto : diaz/vivabanten.com)

TANGSEL, (vivabanten.com) – Moto Kota Tangerang Selatan sebagai kota Cerdas, Modern dan Religius tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat dan para pegawainya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini bisa terlihat dengan kurang sadarnya masyarakat dalam pola hidup membuang sampah secara sembarangan. Pemandangan terlihat tidak sedap di RT 003/04 Serua, beragam jenis sampah menumpuk dan dibiarkan menggunung. Padahal lokasi tersebut, bersebelahan dengan kantor Walikota Tangsel.

Dulhamid (45) warga sekitar mengatakan dirinya sudah berkali kali menyampaikan keluhannya kepada petugas dan dinas terkait namun tak ada respon.

“Kami warga minta agar pengelola pasar dan petugas dinas terkait tidak menjadikan pemukiman kami sebagai sarang sampah dan TPS kedua setelah Cipeucang. Ini jelas sangat mengganggu warga, selain bau busuk dari sampah itu juga mengakibat jadi kumuh,” ujarnya.

Menurut Dulhamid, dirinya menyayangkan kenapa Walikota Tangse, Ibu Airin Rahmi Diany tidak mencium mau busuk dari tumpukan sampah tersebut, padahal kantornya bersebelahan.

“Kami yakin Ibu Walikota mencium aroma tak sedap dari sampah sampah tersebut. Sebab, posisinya percis samping gedung tempat beliau bekerja,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Paragon, Puji Iman Zakarsih mengungkapkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan warga Serua tersebut.

“Kami akan coba memediasi antara warga dengan pengelola Pasar Bukit yang dituding sebagai penanggung jawab dari sampah sampah menggunung ini. Besok (Senin_red), kami akan layangkan surat kepada Pemkot Tangsel, semoga aspirasi warga soal sampah ini dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.(diaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.