Warga Tangsel Minta Kontraktor Tambah Ketebalan Tanah Lapangan Joker

  • Whatsapp
Warga Tangsel Minta Kontraktor Tambah Ketebalan Lapangan Joker

TANGSEL, (vivabanten.com) – Proyek pembangunan lapangan Sepak bola Jombang Keramat(Joker) kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus di kebut. Hal ini berkaitan dalam rangka mengejar target Provisional Hand Over (PHO) dan Final Hand Over (FHO), yang jatuh pada tanggal 28 maret 2021 mendatang, karena setelah serah terima berikutnya pekerjaan tersebut akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap pemanfaatan atau pengoperasional dan pemeliharaan.
Berdasarkan pantauan TerasBanten.Id dilokasi saat ini tampak terlihat pembuatan sistem drenaise disisi lapangan sedang dikerjakan begitu juga pekerjaan pengerasan lahan di lapangan terus dilakukan.
Meski sempat menuai kritik warga yamg menilai proyek tersebut dikerjakan asal jadi, namun pihak kontraktor terus menjalankan proyek tersebut sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).
“Terkait rencana penimbunan tanah yang jadi tuntutan warga agar  ketebalanya memenuhi standar kami akan mencoba untuk mengajukan tambahan anggaran ke pihak PT.Marga Trans Nusantara (MTN) selaku rekanan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT),” ujar Pimpro PT. Trisakti, Dicky selaku kontrraktor proyek lapangan Joker saat dikonfirmasi, Sabtu, (20/03/2021).
Lebih lanjut Dicky juga menjelaskan, pihaknya bekerja berdasarkan RAB sesuai plotting anggaran dari pihak MTN. Sementara, lanjut dicky, untuk penimbunan tanah setebal 10 centimeter yang diinginkan warga, itu tidak masuk dalam plotting anggaran yang ada. Jadi pihak kontraktor hanya akan melakukan elavasi tambal sulam permukaan tanah agar menjadi rata.
“Sesuai RAB kita hanya akan melakukan elavasi atau pemerataan diarea lapangan. Jika harus ada penimbunan tanah setebal 10 centi meter tentunya ini berkaitan dengan  budgeting dan masalahmya  ini tidak masuk dalam RAB. Kami harus mengajukan tambahan anggaran untuk pengurukan tanah terebut,” kata Dicky.
Sementara itu,  tokoh pemuda setempat Apri sempat  mengecam terkait rencana kontraktor yang hanya akan melakukan elavasi lapangan.
“Jika hanya dilakukan elavasi jelas akan menjadi sia sia, mengingat kuntur tanah yang ada terlalu empuk, ini dikarenakan tanah tersebut bekas rawa dan bekas bechingpalan (pengelolahan rijit beton) untuk pengerjaan jalan tol serpong-kunciran. Sudah dipastiakan tanah lapangan akan mudah terangkat akibat gesekan sepatu bola yang pada akhirnya akan menjadikan genangan lumpur disaat musim penghujan turun,” terangnya.
Pihaknya juga menuntut agar pembuatan lapangan sepak bola ini di kerjakan sebagaimana layaknya lapangan sepak bola yang memadai sehingga kedepan tidak menimbulkan masalah baru.
“Harapan kami pihak kontraktor mau meninbun tanah lapangan setinggi 10 centimeter dengan kepadatan tanah yang ideal. Ini sangat penting untuk ketahanan daya tanah saat di pijak. Selain itu juga juga berpungsi pada tumbuhnya rumput yang sempurna,” pungkasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.