Wow, Pedagang Sepatan Patungan Dirikan Pasar Tradisional Tanpa Pemkab Tangerang

  • Whatsapp
(ist)

TANGERANG, (vivabanten) – Tak kurang sebanyak 350 pedagang di bantaran sungai Pondok Jaya, akhirnya memiliki tempat yang layak untuk mengais rezeki. Mirisnya, lapak-lapak tersebut dibangun dengan cara swadaya para pedagang bekerjasama dengan Koperasi Tunas Pondok Jaya tanpa bantuan pemerintah daerah kabupaten Tangerang.

Beridiri lahan seluas 1 hektar kurang lebih disulap menjadi Pasar Pelangi Tradisional Sepatan. Jembar Ketua Koperasi Tunas Pondok Jaya menerangkan, pembangunan Pasar Pelangi Tradisional Sepatan ini dibangun menggunakan dana dari koperasi dengan iuran para pedagang pasar.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan memang dari koperasi dan swadaya para pedagang, teknisnya sendiri pedagang akan melakukan iuran setiap harinya Rp 15000 sampai jangka waktu setahun setengah dengan status hunian kiosnya hak guna pakai, dan ini satu-satunya pasar yang dikelola oleh swadaya para pedagangnya,” terangnya, Rabu (15/1/2020).

Untuk kelangsungan pasar ini sendiri, Jembar mengatakan, ia sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Pemerintah Daerah untuk merawat dan menambah fasilatas-fasilatas yang dibutuhkan untuk kenyamanan para pedagang, khususnya pembeli.

“Pasar ini nanti akan difasilitasi taman, ruang ramah anak, foodcourt (pusat kuliner) yang pastinya itu akan bekerjasama dengan Pemda untuk mengelolanya,” kata Jembar. (agm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.