KAB. TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan perbaikan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan segera dilaksanakan setelah anggarannya dialokasikan dalam APBD 2026. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan lelang sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Kepastian itu disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memimpin rapat pembahasan perbaikan jalan Pakuhaji–Sepatan di Pendopo Bupati Tangerang. Ia meminta masyarakat bersabar karena seluruh proses harus dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Anggaran perbaikan sudah disiapkan pada 2026 dan sekarang dalam proses lelang. Kami minta camat turut menyosialisasikan kepada masyarakat agar memahami tahapan yang sedang berjalan,” kata Maesyal.
Sambil menunggu proses lelang rampung, Maesyal menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang untuk melakukan perbaikan sementara dengan penambalan menggunakan material macadam pada titik-titik kerusakan parah. Ia juga meminta keterlibatan pengembang melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Perbaikan sementara harus segera dilakukan agar jalan tetap bisa digunakan. Pengembang juga kami minta ikut membantu demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Maesyal mengimbau pengembang serta pengemudi truk tanah untuk sementara waktu menghindari ruas jalan Pakuhaji–Sepatan selama proses perbaikan berlangsung. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan tonase kendaraan dan jam operasional truk tambang agar kerusakan jalan tidak semakin parah.
“Masyarakat tidak menolak investasi, tetapi meminta agar kendaraan berat mematuhi batas muatan dan jam operasional sesuai peraturan bupati,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menjelaskan, Jalan Raya Pakuhaji atau Gardu Tanah Merah merupakan jalan kabupaten dengan panjang lebih dari delapan kilometer. Tingkat kerusakan tercatat hampir 50 persen, dengan sekitar 2,8 kilometer dalam kondisi rusak hingga rusak berat.
Menurut Iwan, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,4 miliar dalam APBD 2026 untuk perbaikan permanen yang saat ini masih dalam proses lelang. “Jika sesuai jadwal, kontrak pekerjaan ditargetkan dapat dimulai pada awal Maret 2026,” ujarnya.
Selain anggaran utama, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan pendanaan melalui pergeseran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan darurat sepanjang kurang lebih dua kilometer secara bertahap. Upaya tersebut dilakukan agar fungsi jalan tetap terjaga, terutama menjelang Ramadan saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Perbaikan darurat ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah agar jalan tetap aman digunakan sambil menunggu pelaksanaan pekerjaan permanen,” pungkas Iwan.(man/joe)
