KAB. TANGERANG (VivaBanten.com) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung mengawal penataan dan pembongkaran bangunan liar di bantaran Sungai Cirarab, yang melintasi wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir dan menjaga keselamatan warga.
Dalam kegiatan tersebut, Maesyal tidak hanya memimpin jalannya penertiban, tetapi juga terlibat langsung membantu pengangkatan puing-puing bangunan. Aksi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan lingkungan yang berdampak pada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita mulai pelaksanaan penertiban dan penataan di bantaran Sungai Cirarab. Proses ini sudah melalui sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk pernyataan dari para pemilik bangunan,” ujar Maesyal.
Ia menjelaskan, penataan dilakukan sebagai tindak lanjut dari serangkaian musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah provinsi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), unsur TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.
Menurut dia, kondisi bantaran Sungai Cirarab saat ini cukup mengkhawatirkan akibat abrasi dan pengikisan tanah. Hal tersebut meningkatkan potensi bencana, terutama banjir, yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Di lapangan sudah terlihat adanya penggerusan tanah. Bangunan di bantaran sungai ini berisiko tinggi, apalagi saat debit air meningkat. Ini bisa membahayakan keselamatan warga,” kata dia.
Sebanyak 62 bangunan liar ditertibkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 41 bangunan di Pasar Kemis dan 21 bangunan di Sepatan. Penertiban dilakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko bencana.
“Ini bukan sekadar penertiban, tetapi upaya perlindungan bagi masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Setelah pembongkaran selesai, Pemkab Tangerang akan melanjutkan normalisasi sungai, dilanjutkan pembangunan turap untuk memperkuat bantaran.
“Begitu akses alat berat terbuka, normalisasi langsung dilakukan. Selanjutnya akan dibangun turap agar lebih aman dan dapat meminimalkan banjir,” ujar Maesyal.
Ia menambahkan, program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat melalui BBWS. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat penanganan dan memberikan hasil optimal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan BBWS. Ini menjadi kerja bersama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” katanya.
Maesyal juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya penataan tersebut demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata.
“Kami mohon dukungan semua pihak agar upaya ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari masyarakat terdampak. Pengurus Gereja HKBP Kutabumi, Risma, menyatakan pihaknya mendukung langkah normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar.
“Kami setuju dengan normalisasi dan pembongkaran ini karena untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Haji Suryo, pelaku usaha di sekitar bantaran sungai. Ia mendukung kebijakan pemerintah, meski sebagian bangunan usahanya terdampak pembongkaran.
“Kami mendukung agar tidak terjadi banjir lagi. Namun kami berharap diberi waktu untuk memindahkan barang-barang,” katanya.(man/joe)
