KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melakukan penataan aparatur sipil negara guna memperkuat kualitas layanan dasar, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelantikan 61 pejabat administrator, pengawas, kepala puskesmas, dan kepala sekolah oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Rabu (28/1/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, juga mencakup pengisian tiga jabatan administrator dan pengawas di RSUD Panunggangan Barat yang diproyeksikan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Sachrudin mengatakan, penugasan pejabat baru merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia aparatur menghadapi meningkatnya kebutuhan pelayanan publik. Menurut dia, tantangan pelayanan kesehatan dan pendidikan menuntut kepemimpinan yang adaptif serta kemampuan manajerial yang memadai di tingkat unit layanan.
“Pelayanan publik tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan di lapangan. Kepala puskesmas dan kepala sekolah memegang peran penting dalam memastikan layanan berjalan efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Sachrudin.
Ia menilai, pemerataan tenaga profesional di sektor kesehatan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan Kota Tangerang dalam mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC). Namun, jaminan akses layanan kesehatan, menurut dia, harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas dan mutu tenaga medis yang memberikan pelayanan langsung kepada warga.
Selain sektor kesehatan, pelantikan tersebut juga mencakup pengisian jabatan strategis di bidang pengendalian penduduk dan pendidikan dasar. Sejumlah guru diberi amanah sebagai kepala satuan pendidikan, serta pejabat kelurahan untuk memperkuat layanan kemasyarakatan di tingkat wilayah.
Sachrudin menegaskan, seluruh proses penempatan pejabat telah melalui evaluasi kinerja dan kompetensi secara objektif. Langkah tersebut ditempuh agar roda organisasi pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Penugasan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara konsisten,” kata Sachrudin.(panji/joe)
