TANGSEL (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi melalui program pembinaan Keluarga Berintegritas bagi aparatur sipil negara (ASN).
Program tersebut dinilai strategis karena menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun nilai integritas dan kejujuran. Kegiatan bimbingan teknis digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan dan diikuti ratusan ASN bersama pasangan masing-masing.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, pencegahan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan birokrasi, tetapi harus dimulai dari lingkungan terdekat ASN.
“Pencegahan korupsi harus dimulai dari keluarga. Di sanalah nilai moral dan integritas pertama kali dibentuk,” ujar Benyamin.
Ia menilai, keluarga memiliki peran penting sebagai pengingat agar ASN tetap menjaga transparansi, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Benyamin juga membagikan pengalaman pribadinya terkait pelaporan sumbangan keluarga kepada KPK sebagai bentuk komitmen terhadap integritas.
Menurut dia, pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan karakter yang berlandaskan nilai moral dan kejujuran.
Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Dion Hardika Sumarto mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengembangkan program keluarga berintegritas.
“Integritas ASN sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya. Jika nilai-nilai integritas tumbuh di rumah, maka akan tercermin dalam kinerja dan pelayanan publik,” ujar Dion.
Dalam kegiatan tersebut, KPK juga memberikan pemahaman mengenai tindak pidana korupsi dan upaya pencegahannya. Program ini direncanakan akan diperluas agar semakin banyak ASN yang terlibat, sehingga budaya integritas dapat tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.(ded/joe)










