KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) terus memperkuat program peningkatan sanitasi lingkungan. Pada 2026, Disperkimtan kembali menggulirkan program pembangunan jamban sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih dan bebas dari pencemaran.
Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo mengatakan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga. Menurut Decky, ketersediaan fasilitas jamban yang memenuhi standar kesehatan berperan penting dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit berbasis lingkungan.
“Jamban sehat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat. Fasilitas sanitasi yang baik dapat mencegah penyebaran penyakit seperti diare, tifus, dan penyakit lain yang berkaitan dengan lingkungan yang tidak higienis,” ujar Decky.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan semakin berkurangnya praktik buang air besar sembarangan (BABS) di lingkungan masyarakat. Akses sanitasi yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga, terutama di kawasan permukiman padat.
Program pembangunan jamban sehat ini diprioritaskan bagi warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman dan sesuai standar kesehatan.
Decky menjelaskan pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya sanitasi serta memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami ingin warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga fasilitas sanitasi yang telah dibangun agar tetap berfungsi dengan baik,” katanya.
Dalam program ini sambung Decky, pemerintah membantu pembangunan fasilitas sanitasi rumah tangga yang meliputi pemasangan kloset, sistem perpipaan retikulasi, serta septic tank yang memenuhi standar kesehatan. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memastikan pembuangan limbah rumah tangga dapat dikelola secara aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan keluarga tutur Decky, pembangunan jamban sehat juga berperan penting dalam mencegah pencemaran sumber air, baik air tanah maupun saluran lingkungan. Sanitasi yang buruk kerap menjadi penyebab utama kontaminasi air yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit menular.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pencapaian target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pendekatan STBM menekankan perubahan perilaku masyarakat agar mampu menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Pembangunan jamban sehat merupakan langkah konkret untuk memperkuat kualitas sanitasi di tingkat rumah tangga. Dengan sanitasi yang baik, kita tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga melindungi lingkungan dan sumber air di sekitar kita,” kata Decky.
Disperkimtan Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Warga yang ingin mengikuti program pembangunan jamban sehat di antaranya harus memiliki rumah sendiri, menyerahkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, serta telah melapor kepada RT, RW, dan pihak kelurahan setempat.
Selain itu, warga juga harus bersedia rumahnya dipasangi fasilitas sanitasi berupa kloset baru, sistem perpipaan retikulasi, dan septic tank sebagai bagian dari standar pembangunan jamban sehat.
Melalui penguatan program sanitasi ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap kualitas lingkungan permukiman dapat terus meningkat. Dengan sanitasi yang layak, masyarakat diharapkan dapat hidup lebih sehat, produktif, dan terbebas dari risiko penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis.
“Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, kami optimistis program jamban sehat dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga Kota Tangerang,” tandas Decky.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun permukiman yang sehat, layak huni, serta mendukung terwujudnya kota yang bersih dan berkelanjutan.(ADV)
