KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) -Seorang petugas piket Pemadam Kebakaran (Damkar) di Pos Damkar Pinang, Kota Tangerang, diduga menjadi korban tindak kekerasan saat sedang menjalankan tugas, pada Jumat (10/4) kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, ketika korban atas nama Hidayat tengah bertugas seorang diri menjaga pos. Saat itu, terduga pelaku datang bersama dua orang rekannya dan meminta izin untuk singgah. Korban pun mempersilakan dengan tetap mengingatkan agar menjaga ketertiban.
Namun, situasi tiba-tiba berubah ketika terduga pelaku diduga dalam kondisi emosi, memaki korban hingga menyiramkan kopi. Korban yang berusaha meredam situasi justru mendapat perlakuan kekerasan berupa pemukulan, yang mengakibatkan luka sobek pada pelipis kiri serta benturan di bagian kepala.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyampaikan, saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan kesehatan korban serta memastikan seluruh petugas dalam kondisi aman dan terjaga.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan kondisi korban pulih dan mendapatkan penanganan medis terbaik. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Kata Mahdiar, pascakejadian korban sempat melakukan pelaporan ke Polsek Pinang sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam pelaporan tersebut diarahkan untuk menjalani visum di rumah sakit.
“Korban kemudian menjalani visum di RS EMC pada pukul 17.00 WIB, sebelum kembali ke Polsek untuk menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bersama tiga orang saksi hingga selesai pada pukul 23.30 WIB,” katanya.
Namun, setelah beristirahat di Pos Damkar, pada pukul 01.30 WIB korban mengalami keluhan mual hebat, telinga berdengung, serta nyeri di bagian belakang kepala hingga muntah. Mengantisipasi kondisi yang lebih serius, korban langsung dilarikan ke IGD RS Hermina untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Per Sabtu pagi ini, kondisinya membaik tapi masih membutuhkan observasi lebih dalam. Karena memang, korban direkomendasikan untuk menjalani CT scan kepala serta pemeriksaan saraf dan mata, dan saat ini masih dalam tahap observasi oleh dokter spesialis guna memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh,” papar Mahdiar.
Ia pun menegaskan, kejadian ini menjadi perhatian serius agar ke depan perlindungan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas dapat semakin diperkuat.
“Namun, terpenting saat ini adalah kesehatan korban atau petugas Damkar kita. Selebihnya, biar proses hukum yang berjalan,” tutupnya.(panji/joe)
