KOTA TANGERANG (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang mendorong penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan media massa guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat membuka Seminar Literasi Media bagi kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Tangerang di Ruang Akhlakul Karimah, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Tangerang dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Herman menegaskan media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang edukatif dan membangun kesadaran masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan media massa untuk menghadirkan informasi yang sehat dan mencerdaskan,” ujar Herman.
Menurutnya, derasnya arus informasi digital saat ini menuntut sekolah dan media untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi yang positif dan bertanggung jawab.
“Sekolah dan media memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan masyarakat. Informasi yang diterima publik harus tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan mendidik,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, mengatakan literasi media menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya perkembangan informasi digital dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab menjadi filter informasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya verifikasi fakta.
“Wartawan harus mampu membantu masyarakat membedakan informasi yang benar dengan opini maupun informasi yang belum terverifikasi,” ujar Rian.
Ia berharap edukasi literasi media dapat terus diperluas hingga ke lingkungan sekolah guna membangun budaya informasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
“Literasi media bukan hanya soal membaca berita, tetapi juga membangun kesadaran untuk berpikir kritis sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi,” pungkasnya.(man/joe)
