TANGSEL (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) terus memperkuat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik. Salah satu wujudnya terlihat pada pembangunan total SMP Negeri 20 Tangerang Selatan (Tangsel) di Kecamatan Setu yang kini hadir dengan fasilitas lebih lengkap dan mampu menampung hingga 24 rombongan belajar.
Pembangunan SMPN 20 Tangsel menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan ruang belajar yang terus berkembang.
Kepala DCKTR Kota Tangerang Selatan, Ade Suprizal, menjelaskan bahwa pembangunan SMPN 20 Tangsel dilakukan secara menyeluruh. Pembangunan tersebut bukan sekadar revitalisasi, melainkan pembongkaran bangunan lama dan pembangunan gedung baru dari awal yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dalam jangka panjang.
“Itu pembangunan bukan revitalisasi, tetapi bangun total. Jadi hampir tidak ada bangunan lama yang direvitalisasi lalu ditambah-tambahkan. Dibongkar total dan dibangun dari nol, makanya saat pembangunan berjalan anak-anak sekolah dipindahkan sementara ke sekolah lain,” jelas Ade.
Menurutnya, konsep pembangunan secara menyeluruh tersebut dilakukan agar fasilitas sekolah dapat lebih optimal dalam menunjang proses belajar mengajar sekaligus memberikan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi siswa dan tenaga pendidik.
Perubahan signifikan kini terlihat di lingkungan SMPN 20 Tangsel. Area yang sebelumnya terbatas dan dipenuhi tanaman serta lumut telah ditata menjadi lapangan olahraga multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas siswa, seperti basket, voli, hingga futsal.
Kepala SMPN 20 Tangsel, Frida Tesalonika, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelum pembangunan dilakukan. Keterbatasan ruang dan fasilitas sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam menunjang berbagai aktivitas siswa.
“Dulu kami bahkan tidak memiliki lapangan untuk anak-anak berolahraga. Halaman sekolah penuh tanaman dan lumut, untuk upacara bendera saja sering kesulitan karena ruangnya terbatas,” ujar Frida.
Selain keterbatasan fasilitas olahraga, SMPN 20 Tangsel sebelumnya juga hanya memiliki sekitar 10 ruang kelas. Bahkan, salah satu ruangan harus dialihfungsikan menjadi laboratorium komputer untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Kini, kondisi tersebut telah berubah. SMPN 20 Tangsel memiliki fasilitas yang lebih memadai, termasuk lapangan olahraga yang dapat digunakan secara multifungsi serta ruang-ruang penunjang pendidikan lainnya.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, pembangunan ini akhirnya terealisasi. Meski lapangannya tidak terlalu besar, kebahagiaan anak-anak sangat terasa,” katanya.
Frida menilai peningkatan sarana dan prasarana tersebut turut memberikan dampak positif terhadap antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan sekolah. Menurutnya, kenyamanan lingkungan belajar membuat siswa semakin bersemangat datang ke sekolah.
“Pernah saat hujan turun, tidak ada satu pun siswa yang absen. Orang tua juga banyak menyampaikan anak-anak mereka senang dengan perubahan sekolah,” ungkapnya.
Saat ini, SMPN 20 Tangsel telah berkembang dengan berbagai fasilitas penunjang dan mampu menampung hingga 24 rombongan belajar. Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Tangerang Selatan melalui sejumlah perangkat daerah, termasuk DCKTR, Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), serta dukungan masyarakat dan orang tua siswa.
Melalui pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut, Pemkot Tangerang Selatan melalui DCKTR tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah baru, tetapi juga memperkuat kualitas lingkungan pendidikan agar semakin mampu menunjang proses belajar, aktivitas siswa, serta pengembangan potensi generasi muda.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap dan lingkungan belajar yang lebih nyaman, SMPN 20 Tangsel kini diharapkan menjadi ruang pendidikan yang mampu mendukung siswa untuk belajar, berkarya, mengembangkan bakat, dan mempersiapkan diri meraih masa depan.(*)













