Menjelajah Sumatera Lewat Seribu Rasa di Festival Kuliner Serpong 2026

Menjelajah Sumatera Lewat Seribu Rasa di Festival Kuliner Serpong 2026

TANGERANG (Vivabanten.com) – Ada yang berbeda ketika memasuki kawasan Summarecon Mall Serpong (SMS). Area yang biasanya dipenuhi deretan mobil kali ini justru dipenuhi aroma masakan, kerumunan pengunjung, suara musik, dan warna-warni dekorasi khas Sumatera.

Dari kejauhan, keramaian itu sudah mengundang rasa penasaran. Semakin mendekat, barulah terlihat bahwa area parkir timur SMS telah berubah menjadi sebuah kawasan pesta kuliner. Puluhan stan berjajar menawarkan makanan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Pempek Palembang, rendang dan aneka sajian Padang, kuliner Lampung, makanan khas Medan hingga mi Aceh hadir dalam satu kawasan.

Seolah-olah, pengunjung tidak sedang berada di area parkir pusat perbelanjaan, melainkan sedang memulai perjalanan panjang menyusuri Sumatera.

Itulah pengalaman yang coba ditawarkan Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026 melalui tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera”.

Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-14 tersebut berlangsung pada 13 Agustus hingga 13 September 2026 di Area Parkir Timur Summarecon Mall Serpong. Sejak pertama kali digelar pada 2011, FKS konsisten menghadirkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat.

Seperti Memasuki Gerbang Negeri Sumatera. Perjalanan rasa itu bahkan dimulai sebelum makanan tersaji di atas meja.

 

Saat memasuki area festival, pengunjung akan menemukan dekorasi yang menghadirkan nuansa khas Sumatera. Gerbang dengan sentuhan arsitektur Minang menjadi salah satu bagian yang membuat suasana terasa berbeda.

Setelah melewati gerbang tersebut, pandangan langsung tertuju pada deretan stan kuliner.

Ada yang datang karena ingin menikmati makanan favorit. Ada pula yang sekadar penasaran dengan makanan yang belum pernah mereka coba.

Di antara deretan stan tersebut, berbagai hidangan legendaris dari sejumlah daerah di Sumatera menunggu untuk dicicipi.

Penyelenggara juga menyiapkan meja dan kursi bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan bersama keluarga atau teman. Di bagian lain, panggung musik menjadi pusat hiburan yang membuat kawasan festival semakin hidup.

Dekorasi semakin memperkuat suasana perjalanan tersebut. Miniatur Jam Gadang, rumah adat, hingga dekorasi 3D tipografi menjadi bagian dari representasi daerah-daerah di Sumatera.

Dari Lampung hingga Aceh

FKS 2026 menghadirkan ratusan pilihan kuliner. Namun, salah satu yang menjadi perhatian adalah 13 tenant yang memperoleh label “Autentik”.

Label tersebut diberikan kepada tenant yang menyajikan menu khas dan berasal langsung dari daerah asalnya di Sumatera.

Dari Lampung, ada Bakso Son Haji Sony dan Mie Koga.

Palembang hadir dengan Pempek Beringin Palembang sejak 1970 & oleh-oleh Beringin, Es Kacang Merah Asuk Koboy, Mie Celor 26 Ilir H. M. Syafei Z, serta Bakmi Aloi.

Sementara bagi pencinta masakan Padang, pilihannya antara lain Teh Talua Malimpah Mak Datuak, Kripik Balado dan Rendang & Dendeng Christine Hakim Asli Padang, Martabak & Roti Cane Kubang Hayuda, Nasi Goreng & Mie Goreng Kubang Hayuda, serta Sate Mak Syukur Padang Pandjang.

Belum cukup?

Masih ada Sate Padang Pariaman Putra Koto, Soto Padang & Mie Tahu Uni Vina, Lamang Tapai Uni Dewi, Si Paling Si Padang Keliling, Pisang Kapik dan Pisang Santan Sutan Muda.

Dari Medan, pengunjung dapat mencicipi Kede Cesku, Mie Keriting Siantar Alai, serta Martabak Piring Medan Bang Naga.

Sementara dari Aceh, ada Mie Aceh Seulawah.

Dengan begitu banyak pilihan, tantangannya justru sederhana: mau mulai dari mana?

Membawa Kampung Halaman ke Serpong. Di balik setiap stan, ada cerita para pedagang yang membawa makanan sekaligus identitas daerah asal mereka.

Salah satunya Uda Pay, pemilik Cindua Winata. Bagi Uda Pay, terpilih menjadi salah satu pedagang di FKS 2026 merupakan sebuah kebanggaan. Sebab, kesempatan tersebut tidak diperoleh begitu saja. Sebelum menjadi bagian dari festival, para pedagang terlebih dahulu mengikuti proses seleksi.

Dari empat pedagang cendol yang mengikuti seleksi, Uda Pay menjadi salah satu yang terpilih.

“Saya sangat senang bisa terpilih dan mewakili tempat asal saya untuk berjualan di Festival Kuliner Serpong. Untuk bisa sejajar dengan para pengusaha kuliner lainnya bukan hal yang mudah karena sebelumnya ada proses seleksi. Dari empat pedagang cendol, Alhamdulillah saya bisa terpilih,” ujar Uda Pay.

Ia pun berusaha mempertahankan cita rasa makanan yang dibawanya dari kampung halaman. Beberapa bahan bahkan didatangkan langsung dari daerah asalnya, termasuk padi ketan muda untuk bahan ampiyang dan gula aren.

Upaya tersebut mendapat sambutan cukup baik dari pengunjung.

“Saya harus mendatangkan bahan-bahan dari kampung sendiri seperti padi ketan muda untuk bahan ampiyang dan gula aren. Alhamdulillah untuk weekday bisa 70–80 cup, sementara weekend bisa mencapai 100–150 cup,” ujar Uda Pay.

Bagi Uda Pay, berjualan di FKS bukan hanya soal mendapatkan pembeli. Ada kesempatan untuk memperkenalkan rasa dari kampung halaman kepada masyarakat yang mungkin belum pernah mencicipinya.

Lemang untuk Lidah Orang Jawa

Cerita berbeda datang dari Doni, pedagang Lamang Tapai. Ia melihat kehadiran FKS sebagai kesempatan untuk memperkenalkan salah satu makanan khas Sumatera kepada masyarakat Pulau Jawa.

Bagi masyarakat Sumatera, lemang mungkin bukan makanan yang asing. Namun, bagi sebagian masyarakat Jawa, makanan tersebut bisa jadi belum terlalu familiar.

“Di Sumatera mungkin makan lemang itu biasa, tetapi di Pulau Jawa mungkin jarang makan lemang. Saya ingin makanan khas Sumatera bisa juga dinikmati oleh orang Pulau Jawa,” kata Doni.

Di sinilah makanan menjadi lebih dari sekadar makanan. Ada cerita tentang kampung halaman. Ada tradisi yang dibawa ke tempat baru. Dan ada upaya memperkenalkan rasa kepada masyarakat dengan latar budaya yang berbeda.

Ketika Perut Kenyang, Musik Menghibur. Jika sudah puas berkeliling dan memilih makanan, pengunjung tidak perlu buru-buru pulang.

Panggung utama FKS 2026 telah disiapkan untuk menghadirkan sejumlah musisi Tanah Air.

Ada Geisha pada 13 Agustus, RNB Trio pada 15 Agustus, Vierratale pada 22 Agustus, Ovhi Firsty pada 24 dan 25 Agustus, Adrian Khalif pada 29 Agustus, Rany Simbolon pada 5 September, serta Barasuara pada 13 September 2026.

Selain musik, berbagai kegiatan lain juga hadir, mulai dari tari tradisional, parade budaya, eating & cooking competition dari Yuk Makan, penampilan Rhapsody Music Center, hingga live music sepanjang periode festival.

Dengan demikian, FKS 2026 bukan sekadar tempat makan. Pengunjung bisa datang untuk mencicipi kuliner, berfoto dengan dekorasi khas Sumatera, menikmati pertunjukan musik, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sudah Makan, Masih Bisa Bawa Pulang Hadiah

Keseruan belum berhenti di makanan dan hiburan. Summarecon Mall Serpong juga menghadirkan dua program bagi pengunjung, yakni “Satu Jalur Seribu Hadiah” dan “Satu Jalur Seribu Momen”.

Melalui pengumpulan stamp transaksi, pengunjung berkesempatan mendapatkan voucher makan hingga hadiah utama berupa 10 logam emas, masing-masing seberat 0,5 gram.

Sementara melalui “Satu Jalur Seribu Momen”, pengunjung dapat membagikan keseruan FKS 2026 melalui Instagram Story dan berkesempatan memperoleh voucher makan.

Informasi mengenai mekanisme dan ketentuannya dapat diperoleh melalui website www.malserpong.com dan akun Instagram @sms_serpong.

Bukan Sekadar Festival Kuliner

Center Director Summarecon Mall Serpong, Finnah Ngadio, mengatakan tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” bukan sekadar nama festival.

Tema tersebut menjadi ajakan untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan kuliner Nusantara, khususnya kuliner Sumatera yang dikenal memiliki cita rasa kaya dengan penggunaan berbagai rempah khas Indonesia.

“Memasuki penyelenggaraan ke-14, kami berharap FKS tidak hanya menjadi festival yang menghadirkan beragam cita rasa, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan pelaku kuliner dengan masyarakat, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi UKM yang memiliki semangat yang sama untuk menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner Tanah Air,” ujar Finnah.

Pada akhirnya, mungkin inilah yang membuat FKS 2026 menarik. Pengunjung datang untuk makan, tetapi pulang membawa pengalaman. Ada yang menemukan kembali rasa dari kampung halaman. Ada yang untuk pertama kalinya mencicipi lemang. Ada yang datang bersama keluarga untuk menikmati musik. Ada pula yang sekadar ingin mencoba makanan yang selama ini hanya mereka lihat di media sosial.

Dan semuanya bermula dari sebuah area parkir yang untuk sementara berubah menjadi “Satu Jalur Seribu Rasa”. Jadi, jika akhir pekan ini Anda belum memiliki rencana, mungkin perjalanan kuliner itu tidak perlu dimulai dengan membeli tiket pesawat.

Cukup datang ke Summarecon Mall Serpong.

Festival Kuliner Serpong 2026 masih berlangsung hingga 13 September 2026 di Area Parkir Timur SMS. Siapa tahu, setelah melewati gerbang bernuansa Sumatera itu, Anda justru menemukan makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya—atau rasa yang membuat Anda ingin kembali lagi.(jojo)

Pos terkait