Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan TPPO Calon Pekerja Migran

Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan TPPO Calon Pekerja Migran

TANGSEL (Vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan meningkatkan pemahaman calon pekerja migran mengenai legalitas penempatan kerja, hak, kewajiban, dan risiko bekerja di luar negeri.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan TPPO bagi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di LPK Yayasan Mandiri Daya Utama, Pamulang, Senin (26/10/2026).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Kota Tangsel, Irma Safitri, mengatakan, pemahaman mengenai prosedur penempatan kerja yang benar penting untuk melindungi calon pekerja migran dari risiko eksploitasi.

“Langkah ini penting untuk mencegah TPPO sekaligus mencegah eksploitasi. Jadi, kita membekali calon pekerja migran dengan pengetahuan dan kewaspadaan sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri,” ujar Irma.

Ia mengingatkan calon pekerja migran, khususnya perempuan, agar memastikan informasi mengenai pekerjaan, pelatihan, dan proses penempatan dapat dipertanggungjawabkan. Calon pekerja juga diminta tidak mudah menerima tawaran kerja tanpa memeriksa legalitas dan prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel, Buwana Mahardika, menekankan pentingnya memahami seluruh dokumen sebelum menyetujui atau menandatanganinya.

Menurut Buwana, calon pekerja migran perlu memastikan kesesuaian antara program pelatihan yang ditawarkan, durasi pelatihan, dokumen keberangkatan, dan negara tujuan penempatan.

“Baca, pahami apa yang menjadi kewajiban kita, apa yang menjadi kewajiban LPK,” kata Buwana kepada peserta sosialisasi.

Ia juga meminta calon pekerja migran aktif meminta penjelasan apabila menemukan informasi yang tidak sesuai dengan penawaran awal atau terdapat ketentuan yang belum dipahami.

Selain memahami dokumen dan prosedur, Buwana mendorong calon pekerja migran membangun jejaring dengan sesama pekerja Indonesia di negara tujuan. Jaringan komunikasi tersebut dinilai dapat membantu mereka beradaptasi dan menghadapi kendala selama bekerja di luar negeri.

“Biasanya kita yang menjadi minoritas dalam satu kelompok mayoritas itu punya rasa solidaritas tinggi. Jadi bangun jejaring dan kalian juga harus paham teknologi karena negara tujuan kalian Jepang itu melek teknologi,” ujarnya.

Pemkot Tangsel menjadwalkan kegiatan sosialisasi tersebut di empat lembaga pelatihan kerja dan perusahaan penempatan pekerja migran. Selain LPK Yayasan Mandiri Daya Utama di Pamulang, kegiatan juga menyasar PT Akira Nihongo Academy di Pamulang, PT Pembantuku Sukses Makmur Jaya di Pondok Aren, serta PT Sinergi Maleo Azhar di Serpong.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangsel berharap lembaga pelatihan, perusahaan penempatan, dan calon pekerja migran semakin memahami prosedur penempatan yang aman serta pentingnya perlindungan hak pekerja. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko TPPO dan eksploitasi terhadap warga yang hendak bekerja di luar negeri.(ded/joe)

Pos terkait