KOTA TANGERANG (VivaBanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang mencatat capaian positif dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025. Realisasi PAD tercatat melampaui target yang ditetapkan, seiring upaya intensifikasi dan inovasi pendapatan yang dilakukan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Capaian tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono saat memimpin Rapat Evaluasi PAD Triwulan IV Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Rapat diikuti pimpinan OPD, BUMD, serta pemangku kepentingan terkait.
Maryono mengapresiasi kinerja OPD, khususnya Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang, yang dinilai berhasil melakukan berbagai terobosan sehingga target PAD 2025 dapat terlampaui. Meski demikian, ia menegaskan perlunya upaya berkelanjutan untuk menggali potensi pendapatan baru demi mendukung pembangunan dan peningkatan layanan publik.
“Capaian ini patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat kita berpuas diri. Optimalisasi PAD harus terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Maryono.
Dalam forum tersebut, ia juga mendorong penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), khususnya pada sektor pajak dan retribusi. Menurut dia, perluasan kanal pembayaran digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemudahan layanan sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan.
“Digitalisasi transaksi akan memperkuat akuntabilitas, mempermudah masyarakat, dan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak,” ujarnya.
Selain evaluasi PAD, rapat juga membahas rencana pengembangan kawasan bisnis berbasis Aerotropolis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Maryono menilai, pengembangan kawasan tersebut berpotensi menjadi sumber PAD baru sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Bapenda Kota Tangerang Kiki Wibhawa, realisasi pajak daerah sepanjang 2025 mencapai Rp2,72 triliun atau 100,38 persen dari target. Sementara retribusi daerah mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 107,77 persen dengan nilai mencapai Rp293,9 miliar.(man/joe)










